Berita:Wabup Masitah: Ada 5 Prioritas Pembangunan Jalan Memerlukan Dana Rp1,7 Triliun

Siaran Pers

Wabup Masitah saat berada di lokasi pengaspalan Desa Pengguren Jaya melalui anggaran DAK sepanjang 1,5 Km. (foto Harmin)

TANA PASER-  Bupati  dr Fahmi Fadli dan Wakil Bupati (Wabup) Hj Sarifah Masitah Assegaf di memikirkan infrastruktur harus diutamakan karena dengan infrastruktur yang memadai mampu menyokong produktivitas, meningkatkan kemajuan wilayah, dan membuat masyarakat lebih sejahtera.

Hal ini dikatakan Wakil Bupati Masitah  didampingi Kadis PUTR  Hasanuddin, beserta Camat Batu Engau Paulus Margita melakukan peninjauan jalan poros Batu Engau -Tanjung Harapan oleh PUPR dan progres  pembangunan jalan  yang dibiaya Dana Alokasi Khusus (DAK), tepanya Desa Pengguren Jaya, dimana desa tersebut mendapatkan  pengaspalan siram sejauh  1,5 Km dengan nilai Rp3,5 M dari Kemendes RI.

Pengaspalan di Desa Pengguren Jaya Kecamatan Batu Engau, sebenarnya, masuk di Dusun Pawing, namun dikarenakan kontur tanahnya tidak memungkinkan maka dilakukan pemindahan. 

“Kontur tanah di lokasi awal tidak memungkinkan, untuk itu di pindah lokasinya. Diperkirakan, untuk pengaspalan mencapai 20 hari lagi,” papar pengawas  pekerja kepada Wabup Masitah.

“Saat ini di Dusun Pawing hanya  sampai pengerjaan tealphot saja, nantinya akan dilakukan rigid,” tambah Wabup Masitah.

Wabup Masitah menegaskan, ada lima prioritas pembangun jalan dimasa kepemimpinan dirinya, bersama Bupati Fahmi Fadli, meliputi ruas jalan Kerang-Tanjung Aru dimana pembangunannya dibantu APBD Kabupaten, APBD Provinsi, DAK Kemendes, Bankeu. 

Kedua sebutnya jalan poros Simpang Pait-Perkuen-Kepala Telake dan ketiga Jalan poros Lolo-Biu, keempat Medik keatas dan kelima poros Sebakung keatas secara keseluruhan membutuhkan dana sekitar Rp 1,7 triliun. 

“Ya, kalau kami mampu diangka Rp700 miliar berarti sudah mencapai 50 persen. Ini akan ditangani secara bertahap dan berkesinambungan yang tentunya dukungan anggaran provinsi serta Pusat,” kata Masitah.

Masitah berharap, infrastruktur mendapat prioritas utama sembari juga melaksanakan perbaikan fasilitas lainnya seperti Kesehatan dan pendidikan. “Jika infrastruktur sudah baik maka fasilitas lainnya akan mengikuti,” tandasnya.

Ia menegaskan untuk pengerjaan perbaikan secara rutin ada dana sekitar Rp18,5 miliar ditambah lagi anggaran tanggap darurat yang secara bertahap terus berjalan. “Untuk pengerjaan jalan poros Kerang-Tanjung Aru ada beberapa titik yang pengaspalan, dan Rp 15 miliar yang rigid sambil menunggu tahun 2022. Tapi memang keinginan dari Bupati Paser pembangunan jalan ini harus rigid semua,” tambah Masitah yang mengaku kunjungan ini karena mendapat perintah Bupati. (humas)

Bagikan ke :

Banner

shadow

Berita Terkait

Dimuat dalam 0.1060 detik dengan memori 0.94MB.