Berita:Praktikum Sains di Masa Pandemi: Menemukan Teh Celup Indikator

Siaran Pers

Tanah Grogot -  Dewi Markiah, S.Pi, M.Pd, SMPN 3 Tanah Grogot menggunakan beragam media Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk materi pokok klasifikasi materi dan perubahannya. Dewi menggunakan zoom meeting, google classroom, dan WhatsApp. Tujuan pembelajaran kali ini adalah siswa mampu mengidentifikasi larutan asam dan basa berdasarkan ciri-cirinya dan mengklasifikasikan contoh larutan atau makanan yang bersifat asam dan basa.

Dewi menggunakan pendekatan MAU yang diadopsi dari Tanoto Foundation. MAU ini terdiri dari Mengkondisikan, Aktifkan, Umpan Balik. Pendekatan ini diusung oleh Tanoto Foundation agar siswa dapat berproses dalam pembelajaran secara optimal.

Awalnya Dewi mengkondisikan siswa siap mengikuti pembelajaran dengan mengecek kehadiran siswa melalu WhatsApp, setelah itu mengajak siswa masuk ke zoom meeting. Setelah mengungkapkan tujuan pembelajaran, Dewi menanyakan pemahaman awal siswa.

“Manakah produk bahan kimia yang bersifat asam, basa dan netral?”

“Bagaimana cara mengidentifikasinya?”

Namun tidak ada satu siswa pun yang memahaminya.

Akhirnya, Dewi menjelaskan asam dan basa. asam adalah  senyawa yang berada dalam air akan menghasilkan ion Hidrogen, yang memiliki ciri ciri rasanya asam(tidak boleh dicoba kecuali dalam makanan), dapat menimbulkan korosi pada logam dan dapat mengubah kertas lakmus biru menjadi merah, contoh asam dalam sehari hari secara alami banyak terdapat pada buah-buahan dan sayuran contoh, jeruk , tomat, lemon, strowberry, dan  senyawa asam ini juga banyak terdapat dalam minuman, makanan dan bahan pembersih rumah.  Basa adalah Senyawa yang berada dalam air akan menghasilkan ion Hidroksil, basa memiliki ciri-ciri mempunyai rasa yang pahit( tidak boleh dicoba), terasa licin dikulit dan mengubah kertas lakmus merah menjadi biru. Contoh basa dalam kehidupan sehari hari adalah kapur sirih,  sabun mandi, sabun cuci, sampo, pasta gigi, obat maag dan pupuk. Dewi juga menjelaskan dalam video yang ditampilkan di zoom bahwa untuk mengidentifikasi  apakah  suatu zat bersifat asam atau basa  bisa memakai indikator buatan dan indikator alami. Karena tidak bisa melakukan praktikum disekolah untuk mengidentifikasi asam basa, maka Dewi mengajak siswa melakukan praktikum dirumah, dengan membuat indikator asam basa sendiri dari bahan alami, kali ini dengan memanfaatkan kertas saring teh celup yang dijadikan kertas indikator dengan memberi ekstrak tumbuhan, seperti kunyit, bunga sepatu dan lain-lain 

Sebelum menutup zoom, Dewi meminta siswa membuat video praktikum sains mencoba mengecek asam basa dengan indikator buatan dan alami. Untuk mengerjakan itu, Griselda mempersiapkan alat dan bahan, yaitu lumping/ alu untuk menumbuk bahan, gelas plastik, kertas saring teh celup kosong, bunga, air, cuka, air kapur dan air garam.

Awalnya Griselda dan teman Griselda membuat teh celup indikator untuk mengetes asam dan basa. Awalnya siswa memilih ekstrak tumbuhan yang dijadikan warna penentu untuk mengecek asam basa. Griselda sendiri memilih ekstrak kunyit. Griselda membuat ekstrak kunyit dengan menumbuk dan memberikan air di gelas kosong. Lalu Griselda mencelup teh celup di ekstrak kunyit tersebut dan mengeringkan.

Setelah kering, teh celup indikator siap diujicobakan di 3 gelas, yaitu asam cuka, air sabun, dan air garam. Henry, teman Griselda terbantu dengan tabel pengamatan yang disediakan oleh Dewi. Di dalam tabel pengamatan, Henry menulis warna kertas indikator sebelum dicelupkan dan setelah dicelupkan. Kebetulan Henry memakai bunga kembang sepatu yang dominan berwarna merah, sehingga warna teh celup indikatornya adalah merah. 

Setelah diamati, teh indikator di gelas asam cuka menjadi merah muda yang artinya asam. Teh celup indikator di gelas air sabun menjadi sabun yang artinya basa. Dan warna teh celup di air garam tetap yang artinya netral.

Siswa membuat kesimpulan dengan pertanyaan panduan dari Dewi: Bagaimana perubahan kertas indikator terjadi? apa saja yang termasuk asam dan apa saya yang termasuk basa?

Rosa Salmania menyimpulkan bahwa setiap bahan akan berubah warnanya jika dicelupkan pada bahan yang bersifat asam dan basa tergantung pada sifatnya. Bahan  yang termasuk  asam adalah cuka makan dan air jeruk dan yang termasuk basa adakah  kapus sirih dan  air sabun

Setelah semua siswa mengumpulkan video dan laporannya, Griselda mengungkapkan betapa senang dan ingin mencoba di media lain untuk mengetes asam dan basa di rumahnya melalui WhatsApp. Dewi menutup membelajaran dengan refleksi dengan siswa-siswanya.

Bagikan ke :

Banner

shadow

Berita Terkait

Dimuat dalam 0.1473 detik dengan memori 0.95MB.