Berita:Masitah: Banyak Dinamika di Masyarakat & itu Merupakan Suatu yang Normal Dalam Pelaksanaan Pembangunan 2020

Siaran Pers


TANA PASER- Wakil Bupati Hj Saripah Masitah Assegaf mengatakan, terhadap berbagai pertimbangan yang disampaikan dalam Pendapat Akhir Fraksi-Fraksi Dewan, Pemerintah Kabupaten Paser akan berupaya secara sungguh-sungguh untuk melakukan perbaikan terhadap program-program pembangunan sejak dari perencanaan sampai pada pertanggungjawaban dengan senantiasa tetap berorientasi pada ketaatan dan kepatuhan terhadap ketentuan dan perundang-undangan yang mengatur tata kelola keuangan serta pengendalian intern yang semakin baik.

Selanjutnya menurut Wabup Masitah, terkait Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2019 pasal 195 ayat (1) Keuangan Daerah, mengamanatkan bahwa Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten tentang pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2020 yang telah disetujui bersama DPRD dan Rancangan Peraturan Bupati tentang Penjabaran Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD sebelum ditetapkan oleh Bupati, terlebih dahulu disampaikan kepada Gubernur untuk dilakukan evaluasi.

Hal ini dikatakan Wabup Masitah dalam sambutannya pada rapat paripurna persetujuan Raperda tentang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Paser  Tahun anggaran 2020, Jumat (30/7/2021).

Terhadap Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2020 beserta lampirannya, secara singkat dijelas Masitah, pertama dari  sisi pendapata yang direncanakan sebesar 2,160 triliun rupiah lebih, realisasinya sebesar 2,404 triliun rupiah lebih atau jika dibandingkan dengan realisasi Pendapatan Tahun Anggaran 2019 sebesar 2,648 triliun rupiah terjadi penurunan realisasi pendapatan sebesar 244,271 milyar rupiah lebih atau sekitar 9,22%.

“Realisasi total pendapatan tersebut diperoleh dari Pendapatan Asli Daerah sebesar 173,315 miliar rupiah lebih; Pendapatan Transfer total sebesar 2,182 triliun rupiah lebih; dan Lain-lain Pendapatan yang sah sebesar 47,926 miliar rupiah lebih,” katanya.

Kedua sebut Wabup, pada komponen belanja daerah yang meliputi Belanja Operasi, Belanja Modal, Belanja Tak terduga total realisasinya sebesar 2,054 triliun rupiah lebih, atau 87,92?ri total rencana belanja yang direncanakan sebesar 2,336 triliun rupiah lebih.

“Ketiga pada  sisi pembiayaan, untuk komponen Penerimaan pembiayaan yang bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Lalu realisasinya adalah sebesar 442,372 miliar rupiah lebih. Selanjutnya pada sisi Pengeluaran Pembiayaan direalisasikan dana untuk penyertaan modal Pemerintah Daerah sebesar 13,164 miliar rupiah lebih, sehingga Pembiayaan Netto sebesar 429,208 miliar rupiah lebih. Pada tahun anggaran 2020 terdapat Sisa lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) sebesar 528,442 miliar rupiah lebih,” jelasnya.

Masitah mengatakan, disadari bahwa didalam pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan, banyak dinamika yang terjadi di masyarakat dan itu merupakan suatu yang normal dalam pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Paser Tahun Anggaran 2020 yang lalu, Pemerintah Kabupaten Paser sangat membutuhkan dukungan, dan masukan serta hal–hal yang kritis dari masyarakat, sehingga dapat memperbaiki kenerja pemerintah dalam Pelaksanaan Anggaran Tahun Berjalan atau pun tahun yang akan datang.

“Pada kesempatan ini, saya sampaikan dan syukur alhamdulillah, pada tahun ini Pemerintah Kabupaten Paser Dalam Pemeriksaan Laporan Keuangan Daerah kembali mendapat  opini WTP ke 8 kalinya. Hal tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan Penggunaan Anggaran Tahun 2020 dari penganggaran, perencanaan sampai dengan penatausahaan telah sesuai dengan Peraturan dan Perundang–undangan yang berlaku,” katanya.

“Suatu prestasi yang sangat membanggakan bagi pemerintah Kabupaten Paser, karena bukan persoalan mudah untuk meraihnya, hingga 8 tahun berturut-turut. Dan ke depan menjadi pekerjaan yang tidak mudah untuk tetap mempertahankan prestasi yang telah dicapai. Semuanya membutuhkan kerja keras, komitmen dan kecakapan dari pemimpin beserta Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Paser,” tambah Masitah. 

Terkait Covid-19, Wabup mengatakan situasi  pada saat ini dalam keadaan darurat kesehatan berada dalam kecemasan yang secara global mempengaruhi semua perilaku baik itu ekonomi maupun kebiasaan kita sehari-hari, yang memaksa kita untuk menerapkan pola kebiasaan menurut prosedur kesehatan dengan kesadaran yang paling tinggi untuk selalu melakukan protokol kesehatan dan mengingatkan dalam kegiatan baik itu kebiasaan dalam bekerja dan kebiasaan dalam lingkup keluarga sebagai akibat dari penyebaran pandemi Covid-19 yang sangat cepat, khususnya di Kabupaten Paser.

“Semoga dengan kita selalu menerapkan protokol kesehatan yang sudah dianjurkan, pandemi covid -19 ini cepat berlalu dari Kabupaten Paser,” katanya.(humas)

Bagikan ke :

Banner

shadow

Berita Terkait

Dimuat dalam 0.2644 detik dengan memori 0.95MB.