Berita:Terancam Alih Fungsi, Petani Plasma Batu Engau Temui Gubernur

Siaran Pers

SAMARINDA- Sejumlah  perwakilan warga petani plasma perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Paser mengadukan nasib mereka kepada Gubernur Kalimantan Timur, karena lahan perkebunan mereka terancam beralihfungsi menjada areal pertambangan batu bara.

Kedatangan warga mewakili ribuan petani dari tujuh desa di Kecamatan Batu Engau, yakni Desa Petangis, Tabru, Lomu, Langgai, Bai Jaya, Kerang, dan Desa Saing Prupuk kepada Gubernur Kaltim, menjadi perhatian Pemprov Kaltim  yang dibuktikan dengan digelarnya rapat khusus, Senin (5/6) di Ruang Rapat Tepian I, Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda.

Rapat yang dipimpin langsung Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak  ini,  dihadiri Bupati Paser H Yusriansyah Syarkawi bersama Asisten Ekonomi Karoding, Kadis Tenaga Kerja Sancoyo, Kadis Pertanian Boy Susanto serta Camat Batu Engau Paulus Margita.

Rapat yang juga diikuti  mewakili Kapolda Kaltim dan  Kejaksaan Kaltim serta sejumlah pejabat Pemprov Kaltim yang terkait, juga dihadiri 7 kepala desa, perwakilan petani, pengurus Koperasi dan pihak perusahaan yang disebut-sebut keresahan warga muncul  akibat adanya dualisme manajemen perusahaan yang berimbas kepada masyarakat, yakni PT Pradiksi Gunatama dan PT Senabangun Aneka Pertiwi yang menaungi plasma perkebunan plasma kelapa sawit.

Dualisme manajemen perusahaan yang diadukan, karena adanya rencana salah satu  manejemen yang akan membuka pertambangan di lokasi perkebunan sawit, sehingga warga menolak lahan mereka dialihfungsikan, mengingat pertambangan akan meninggalkan lubang galian dan warga kehilangan pekerjaan.

Pengaduan petani plasma  ke gubernur, selain  karena menurut mereka, sektor pertambangan lebih sedikit membutuhkan tenaga kerja ketimbang sektor perkebunan kelapa sawit, apalagi di perkebunan sawit plasma  yang mereka kerjakan, terbukti mampu menyerap 2.700 tenaga kerja. (har-)

Bagikan ke :

Banner

shadow

Berita Terkait

Dimuat dalam 0.1537 detik dengan memori 0.95MB.