Berita:Pemkab & Pertamina Akan Terapkan Penyaluran BBM Subsidi Sistem Kartu

Siaran Pers

TANA PASER- Pemkab Paser terus berupaya mencari formula atau mengubah  sistem  penyaluran subsidi baik BBM maupun Liquified Petroleum Gas (LPG)  atau elpiji tabung 3 kilogram (kg) di Kabupaten Paser.

Upaya perubahan tersebut  dilakukan karena penyaluran subsidi dengan skema terbuka seperti yang diterapkan sekarang di wilayah Kabupaten Paser dianggap belum tepat sasaran.

Karena itu, Pemkab Paser melalui Asisten Ekonomi Setda Paser Ina Rosana, Rabu (21/8) bertempat di ruang rapat Sadarungas Kantor Bupati Paser, memimpin rapat terkait penataan pola distribusi  penyaluran BBM di SPBU dan LPG 3 kilogran di wilayah Paser.

Rapat bersama yang dihadiri unsur TNI dan Polri,  Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM,  jajaran instansi terkait dilingkungan Pemkab Paser dan  jajaran camat, juga dihadiri PT Pertamina dan pimpinan agen tabung gas dan pemilik SPBU di wilayah Kabupaten Paser.

Dalam rapat itu berbagai usulan disampaikan peserta rapat. Pihak Pertamina misalnya menyampaikan usulan tentang perlu disusunya aturan terkait pembatasan atau jumlah pembelian BBM subsidi jenis solar dan premium kepada konsumen terutama kepada pengerit atau pengetap.

“Saran dan masukan dari kami  perlu adanya regulasi yang mengatur mengenai batasan pembelian BBM subsidi untuk jenis BBM bersubsidi jenis solar dan premium oleh pihak pengetap  di SPBU. Bisa dengan kartu kendali untuk mengontrol pembelian,” kata  M Tohir,   selaku Sales Executive Pertamina Wilayah Balikpapan.

Menurutnya, sistem kartu kendali pembelian BBM bersubsidi guna mengantisipasi penyalahgunaan bahan bakar minyak bersubsidi. "Untuk meningkatkan pengawasan, kami akan mempergunakan sistem pembelian tertutup dengan menggunakan kartu, dan itu akan segera dilakukan di kota Balikpapan di lima SPBU,” sebutnya.

Terkait sistemnya, Tohir menjelaskan data mobil yakni STNK dan kartu izin mengemudi akan menjadi data penunjang dan termasuk kelayakan mobil dari Samsat.

“Sebelumnya kita duduk bersama dengan Pemkot  dan termasuk perwakilan konsumen yakni Organda dan lainnya. Mereka merespon positif sistem penyaluran BBM bersubsidi ini secara tertutup, dan jika tidak ada kendaaa karena saat ini masih proses pendataan, akan segera diterapkan di 5 SPBU di Balikapan,” sebutnya.

Tohir menjelaskan pembelian menggunakan kartu  bertujuan untuk mengontrol pembelian BBM jenis solar subsidi dan sistem ini melibatkan  kerja sama dengan perbankan.

“Pembelian menggunakan kartu ini untuk mengontrol pembelian BBM jenis solar subsidi. Sebab jika pemegang kartu berniat untuk mengisi lebih banyak dari kuota yang ditentukan, tentu tidak bisa karena sistem punya catatan tersendiri dan hanya boleh dengan jumlah terbatas perhari untuk satu pemegang kartu,” sebutnya. Seraya mengatakan, sistem kartu sudah diberlakukan di kota Batam. (har-/humas)

 

Bagikan ke :

Banner

shadow

Berita Terkait

Dimuat dalam 0.0983 detik dengan memori 2.78MB.