Berita:MAN IC Gelar Peringatan Tahun Baru Islam

Siaran Pers

TANA PASER - Menyambut Tahun Baru Islam, keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN-IC) Paser menggelar peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1439 H yang dipusatkan di Masjid Darul Falah komplek MAN IC Paser pada tanggal 21 September 2017 lalu.
Kegiatan rutin tahunan ini diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Kepala Kemenag Penajam Paser Utara Drs H Maslekhan dihadiri kepala Madrasah, kepala Tata Usaha, para wakil kepala, para dewan guru, staf tata usaha dan seluruh siswa MAN IC Paser.
Kepala MAN IC Paser, Khoirul Anam dalam sambutannya menyampaikan momentum peringatan tahun baru Islam 1439 Hijriyah mengingatkan kita pada sirah nabawiyah dan sahabat, betapa perjuangan menegakkan panji Islam di jazirah Arab sangat berat hingga beliau dan para sahabatnya harus rela hijrah dari Mekkah ke Madinah demi keselamatan dan tetap tegaknya agama Islam ini di muka bumi.
“Oleh karena itu, kita yang hidup di zaman sekarang ini harus mampu dan mau meneladani Rasulullah saw, baik sebagai pribadi, keluarga, maupun sebagai pemimpin masyarakat dan negara. Dari segi akhlaknya, mari kita teladani Rasulullah saw yang siddiq (jujur), tabligh (menyampaikan kebenaran dan transparan), amanah (bertanggung jawab) dan fathonah (kecerdasan),” katanya. Sementara, dalam tausiyahnya Maslekhan menyampaikan remaja atau pemuda yang diangkat derajatnya (dimuliakan Allah) adalah pemuda yang memiliki keyakinan yang kuat. Sebaliknya, pemuda yang tidak memiliki keyakinan tak ada gunanya hidup.
Rois Syuriah PC Nahdlatul Ulama Paser ini juga menasihatkan bahwa kunci utama akhlakul karimah itu adalah memiliki hati yang bersih dan lembut. Tidak ada gunanya otak cerdas dan otot kuat jika memiliki hati yang kotor dan keras. Remaja atau pemuda yang hebat adalah remaja atau pemuda yang memiliki otak cerdas, fisik yang kuat, hati yang lembut dan berakhlak mulia.
Di akhir tausiyahnya, mantan Kepala Kemenag Paser ini menyatakan salah satu akhlak Rasulullah saw yang wajib kita teladani dan amalkan adalah yang muda menghormati yang tua, yang tua menghargai yang muda.
“Insya Allah, jika satu akhlak ini saja kita amalkan, bumi ini akan terasa indah dan damai serta jauh dari perselisihan dan permusuhan. Bahwa yang menyebabkan terjadinya perselisihan dan permusuhan selama ini tidak lain oleh karena yang muda tidak menghormati yang tua dan yang tua tidak menghargai yang muda, yang ada hanya keangkuhan dan egoisme masing-masing,” ucapnya. 
            “Semoga kita yang tua bisa menghargai yang muda dan yang muda juga bisa menghormati yang tua, serta dijauhkan dari kesombongan dan egoisme sehingga kehidupan ini semakin terasa indah, sejuk dan damai,” tambah Maslekhan mengakhiri tauysiahnya. (hum-har).

Bagikan ke :

Banner

shadow

Berita Terkait

Dimuat dalam 0.2406 detik dengan memori 1.04MB.