Berita:Dari Pelita, Genset Hingga PLTS Menjadi Harapan Panjang Masyarakat Rantau Buta

Siaran Pers

Rantau Buta- Sebelumnya desa Rantau Buta, Kecamatan Batu Sopang hanya menggandalkan pelita atau lampu teplok dari minyak tanah serta plts mini  untuk penerangan, dan baru beberapa tahun hadir penerangan genset dengan bahan bakar solar dari patungan warga.
    Itupun menuruh salah satu tokoh warga Rantau Buta hanya bisa dinikmati dari jam 6 sore hingga jam 9 malam, dan selanjutnya warga kembali beralih kelampu teplok maupun lampu plts mini yang dimiliki warga dengan energi terbatas.
    Kades Rantau Buta Asran mengatakan, apa yang diperjuangankan selama ini menjadi kenyataan. “Dengan hadirnya plts akan menambah ekonomi dan teknologi serta peningkatan kerja aparatur desa,” katanya.
    Asran menyebutkan, desa Rantau Buta ada sejak jaman belanda, dan dengan kedatangan gubernur pada peresmian plts diharapkan  ada perubahan inprastruktur yang selama menjadi dambaan masyarakat.
    “Saat ini plts sudah hadir. Harapanya jembatang gantung dan jalan sepanjang 12 kilometer dari ibu kota kecamatan dapat diperhatikan. Kalau tak juga diperhatikan,  bagaimana nasib anak-anak kami,” kata Kades dalam sambutannya dihadapan Gubernur.
    Selama ini lanjut Kades, desa Rantau Buta sangat terisolir. “Kedatangan pak gubernur suatu mimpi yang menjadi kenyataan,” ucapnya.

    Terpisah, Sekda Paser Katsul Wijaya mengaku masyarakat Kampung Rantau bersyukur atas diresmikannya Pembangkit Listrik Tenaga Surya yang diresmikan langsung oleh Gubernur Kaltim.
    "Kita patut bersyukur atas apa yang telah dibangun ini, semoga dengan telah diresmikannya PLTS ini bisa memberikan manfaat yang postif buat masyarakat Rantau Buta. kepada masyarakat, agar bisa menjaga PLTS ini dengan sebaik baiknya,” pesannya. (har)

 

Bagikan ke :

Banner

shadow

Berita Terkait

Dimuat dalam 0.1724 detik dengan memori 0.95MB.