Berita:Cabut Kasus KLB DBD, Harapakan Tetap Waspada

Siaran Pers

TANA PASER- Pemkab Paser mencabut status Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kabupaten Paser. Pencabutan KLB DBD ini sebagai tindaklanjut surat dari Dinas Kesehatan Kabupaten Paser nomor 440/503/Bid.P2P-Surveilans/2019 tanggal 13 Februari 2019 perihal permohonan pencabutan status KLB DBD.

Kabag Pemerintahan Setda Paser Irwan Suryani  membenarkan perihal pencabutan status KLB DBD. "Penetapan status penyakit DBD sebagai KLB yang ditetapkan tanggal 19 Desember 2018, resmi dicabut terhitung dikeluarkannya surat Bupati Paser nomor 443.2/Kep-788/2018  karena terjadi penurunan penderita," katanya.

Sebelumnya pada Desember 2019 Pemkab Paser telah menetapkan status KLB DBD menimbang tingginya kasus DBD.Namun meski status KLB DBD telah dicabut menurut Irwan, masyarakat tetap harus waspada serta menjaga kebersihan lingkungan dan secara aktif memberantas tempat-tempat berpotensi menjadi sarang nyamuk melalui gerakan pemberantasan sarang nyamuk, yakni Menguras,  Menutup, Memantau dan Menimbun (3M Plus).

 

Untuk diketahui, Dinas Kesehatan Kabupaten Paser  mencatat sebanyak lima  orang meninggal  dunia akibat kasus Demam Berdarah Dengue  (DBD)  selama November hingga Desember 2018.

 Selama kurun waktu dua bulan  di Kabupaten Paser  terdapat  261 kasus DBD di antaranya lima orang telah meninggal dunia.Korban meninggal dunia  sebanyak lima orang warga tersebut  berasal dari Kecamatan Tanah Grogot dua orang, Kecamatan Long Ikis satu orang, Batu Sopang satu orang dan  dari Kecamatan Paser Belengkong satu orang.

         Terakhir sebanyak 128 kasus, tercatat di Puskesmas Tanah Grogot  sebanyak  74 kasus dan di Puskesmas Senaken ada 54 kasus. Kasus tertinggi lainya ada di Kecamatan Long Ikis mencapai total 46 kasus, dan dari 43 kasus DBD  itu terdapat di Puskesmas Long Ikis dan Puskesmas Kayungo.

         Sedangkan di Kecamatan Paser Belengkong ada 40 kasus dan 31 kasus di Kecamatan Long Kali, dan pada Januari 2019 terjadi peningkatan  menjadi 310 jiwa  dan kematian menjadi 8 jiwa. (har-/humas)

Bagikan ke :

Banner

shadow

Berita Terkait

Dimuat dalam 0.1173 detik dengan memori 2.8MB.