Berita:Bersama Ina Rosana, Yakin Kominfo dan Humas akan Sinergi

Siaran Pers


Pelantikan pejabat eselon II atau Jabatan Tinggi Pratama (JTP) sebanyak 16 orang di lingkungan Pemerintah Kabupaten Paser, Jumat (3/9) menempatkan Hj Ina Rosana SPi MM sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian. Ina, begitu biasa disapa, mengisi jabatan yang beberapa bulan ini kosong dan diisi oleh pejabat sementara sebagai Pelaksana Tugas (Plt.).

Penempantan Ina ini kemudian membuka lembaran baru hubungan antara Dinas Kominfostaper dengan Humas. Ya, selama lebih dari satu dekade terakhir, Kominfo dengan Humas sering bertemu dalam tugas yang sama, lalu kemudian menimbulkan fenomena sosial di antara personal maupun lembaga.

Jika digambarkan dengan diagram Fenn, maka tugas kedua lembaga memang memiliki irisan. Irisan yang sangat besar. Ada kesamaan tugas antara Kominfo dan Humas terutama dalam peliputan kegiatan Pemerintah Daerah. Kesamaan ini sebenarnya bisa menjadi sinergi yang sangat kuat seandainya kedua instansi bisa bekerja sama dengan baik, membangun komunikasi dan bekerja dengan profesional. Ini tidaklah sulit karena pegawai di kedua unit kerja ini memiliki hubungan secara personal yang sangat dekat.

Selain itu jika merujuk pada aturan, sebenarnya ada garis pemisah yang sangat jelas antara tugas Humas dan Kominfo. Pertama, Humas hanya meliput kegiatan Bupati, Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah, sedangkan Kominfo meliput semua kegiatan Pemerintah Daerah termasuk ketiga unsur pimpinan itu. Kedua, di dalam tulisan, Humas hanya menulis tentang hal yang bersifat umum atau deskripsi terbatas, dan Kominfo lalu menulisnya dalam bentuk laporan detail dan mendalam. Ketiga, Humas tidak punya kewajiban mengirimkan tulisan ke media sehingga harus punya media sendiri sedangkan Kominfo memiliki akses yang luas dengan media. Karenanya, Kominfo memiliki hak penuh atas diseminasi dengan media, baik sosial maupun mainstream, baik cetak maupun elektronik.

Ternyata kondisi ideal ini hanya berlaku di atas kertas. Jurang pemisah antara das sollen dan das sein sangat lebar. Kondisi di lapangan tidak sepenuhnya mengikuti kesepakatan di meja rapat. Ada anggapan, siapapun pimpinannya, Humas dan Kominfo akan selalu berdiri berseberangan.

Pada mulanya ada yang menyatakan bahwa tiga hal sering menjadi masalah diantara kedua lembaga, yang dikenal dengan sebutan 3P, yaitu personal, penganggaran dan peralatan. Rupanya ini ibarat gunung es. Dalam perjalanannya, ketika 3P ini tak lagi menjadi masalah, maka muncullah masalah yang sebenarnya. Yaitu kurangnya sinergi dan sinkronisasi di lapangan.

Saling sikut antara pegawai sudah bukan hal luar biasa. Saling ejek di media sosial sudah sering terjadi. Saling lapor kepada pimpinan pun merupakan hal yang lumrah. Tak terhitung sudah berapa kali Humas dan Kominfo dipertemukan lalu dimediasi. Ada kesepakatan antara pimpinan, namun buyar di level bawah.

Satu di antara rapat yang mempertemukan kedua pihak pernah dihadiri oleh Ina Rosana, yang kala itu menjabat sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan, di manasalah satu area kerjanya adalah Dinas Kominfostaper. Waktu itu Ina sukses berperan sebagai penengah dan memberikan solusi operasional kepada kedua pihak, sesuai dengan kondisi ideal tadi. Lagi-lagi, ini tak berlangsung lama.

Nah, di saat Bupati Paser dr Fahmi Fadli menempatkan Ina Rosana di posisi puncak Dinas Kominfo, respon positif langsung keluar dari mulut para pegawai di Humas, yang sejak awal 2020 hingga saat ini bernama Komunikasi Pimpinan.

Para pegawai Humas langsung berasumsi bahwa inilah saatnya era “Tom and Jerry” ditinggalkan di antara keduanya. Pengalaman Ina memimpin beberapa lembaga sebelumnya akan menjadi energi positif untuk menghapus dikotomi Humas – Kominfo dalam tugas-tugas peliputan.

Ina Rosana paham betul dengan kinerja, kualitas kerja dan kondisi di Humas, karena memang dari dulu, sejak masih menjabat sebagai Camat Tanah Grogot sekitar tahun 2012 ke bawah, dia adalah salah satu pejabat yang sangat menghargai kehadiran Humas di lapangan. Pada saat perpisahan dengan pegawai Kecamatan Tanah Grogot lalu menjadi Kepala Bagian Kesraawal April 2012, Ina Rosana memberikan kenang-kenangan kepada Humas berupa satu album kliping berita tentang dirinya yang dibuat oleh Humas.

Penghargaan terhadap Humas terus berlanjut pada dua jabatan Ina setelahnya, yaitu sebagai Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, lalu Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Paser.

Inilah yang kemudian mendasari asumsi bahwa kepemimpinan Ina di Dinas Kominfo akan membawa dampak yang baik, bukan saja kepada Humas selaku “mitra kerja” di lapangan, namun juga kepada instansi lain di Pemerintah Kabupaten Paser. Pengalaman dan keberhasilan dalam memimpin beberapa organisasi berbeda sebelumnya merupakan salah satu modal untuk itu.

Semoga setelah ini, tidak ada lagi masalah antara Humas dan Kominfo, sekecil apapun itu. Bukankah kita harus bersinergi dalam bekerja, bahu-membahu membangun Bumi Daya Taka, lalu mewujudkan visi Paser MAS, Maju, Adil dan Sejahtera. Semua ini hanya bisa dicapai jika kita bekerja sama. Mari kedepankan kompetisi yang sehat, saling mengisi, saling memberi ruang, saling menyapa, saling terbuka, saling mengingatkan, saling menasehati, dan saling mengajak untuk salat berjamaah bila waktunya tiba.

Dan yang terpenting dari itu semua, bahwa jangan ada dusta di antara kita. Wallahu alam bissawab. (aks)

 

 

Tana Paser, 4 September 2021

 

Penulis 

 

Abd. Kadir Sambolangi, S.S., M.A.

Plt. Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Sekretariat Daerah Kabupaten Paser

“ Olo manin aso buen si olo ndo

Bagikan ke :

Banner

shadow

Berita Terkait

Dimuat dalam 0.2736 detik dengan memori 0.96MB.