Berita:Perjalanan Panjang Desa Padang Jaya Menuju Desa Anti Korupsi

Siaran Pers

Desa Padang Jaya Kecamatan Kuaro tidak secara kebetulan ditetapkan sebagai nominasi Desa Anti Korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Deretan prestasi desa ini sejak beberapa tahun terakhir diyakini menjadi salah satu faktor masuknya Padang Jaya ke dalam salah satu dari tiga kandidat Desa Anti Korupsi di Kalimantan Timur.

Bukan hanya yakin karena banyaknya prestasi, Bupati Paser dr Fahmi Fadli dan para Kepala Perangkat Daerah terkait juga optimistis kalau di lomba ini Desa Padang Jaya bisa melangkah lebih jauh. Bahkan bisa juara. Juara nasional.

Rasa optimisme ini tergambar jelas di wajah Bupati dan sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Paser saat pertemuan di aula Kantor Desa Padang Jaya, Rabu (8/2), membahas persiapan penilaian oleh KPK yang dijadwalkan berlangsung Rabu (15/2). Kepala Desa Dzikri Zulkarnain yang sudah menjabat selama 4 tahun juga terlihat sangat antusias.

Dzikri terlihat sangat aktif melakukan berbagai persiapan, untuk memenuhi 5 komponen penilaian yang terdiri dari 18 indikator. Di sisi lain Bupati juga menyambut baik lalu memberikan istruksi kepada pimpinan instansi terkait untuk bisa secara maksimal memanfaatkan segala potensi yang ada, membantu Kepala Desa mencapai tujuan bersama.

Bupati memang menggaungkan agar Desa Padang Jaya tidak hanya sebagai peserta penggembira, namun harus bisa juara Desa Anti Korupsi. Menurut Bupati Fahmi, lomba bukan untuk main-main, melainkan harus diseriusi agar pekerjaan dalam mempersiapkan penilaian tidak terasa sia-sia. Masih menurut Bupati, jika Padang Jaya bisa jadi juara nasional, maka ini akan mengangkat nama Paser di tingkat nasional.

Lalu apa saja yang sudah dicapai desa Padang Jaya sehingga dinilai layak menjadi 3 desa di Kalimantan Timur yang masuk nominasi Desa Anti Korupsi. Salah satunya, tidak pernah ada temuan korupsi atau penyalahgunaan kewenangan bagi aparat desa Padang Jaya. Ini didukung oleh kesaksian Kepala Desa Dzikri selama memimpin Desa Padang Jaya.

Selain Dzikri, beberapa pejabat pimpinan instansi juga memberikan kesaksian yang sama. Di antaranya Asisten Administrasi Umum Murhariyanto SSos, Inspektur Inspektorat Hj Dharni Hariyati SE MAP, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat (PMD) Drs Chandra Irwanadhi MSi, Camat Kuaro Muhammad Sidik SH dan Kepala Bagian Tata Pemerintahan Rizky Noviar SSTP.

Ini adalah prestasi tersendiri bagi Desa Padang Jaya, meskipun tentu saja, bukan hanya desa ini yang mendapat predikat aparatur desa bebas korupsi. Ada banyak dari 139 desa di Kabupaten Paser yang aparaturnya juga bertahun-tahun dinyatakan bebas dari korupsi.

Jadi, jika sama dengan desa-desa lain dalam hal bebas korupsi, apa yang kemudian membuat Desa Padang Jaya dipilih dalam lomba ini. Ternyata ada yang berbeda dengan desa lain, yaitu deretan prestasi yang dinilai mampu jadi pembeda dengan desa lain.

Tak terhitung berapa kali desa itu ikut lomba dalam 2 dekade terakhir. Dan banyak pula juaranya. Khusus untuk prestasi yang pernah diraih oleh Desa Padang Jaya selama dipimpin Dzikri, piagamnya tersusun rapi di salah satu dinding kantor desa itu. Pencapaian ini dibagi ke kategori nasional, Provinsi Kalimantan Timur, Kabupaten Paser dan Kecamatan Kuaro.

Di tingkat nasional, Desa Padang Jaya berpartisipasi dalam Program Kampung Iklim (Proklim) dengan Kategori Madya tahun 2020 yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Lalu pada tahun 2022, desa itu mengikuti evaluasi dan apresiasi desa dalam pelaksanaan keterbukaan informasi publlik yang dilaksanakan oleh Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia.

Di level Provinsi Kalimantan Timur, menjelang akhir tahun 2022 Desa Padang jaya terpilih sebagai juara I Desa Digital. Untuk tingkat Kabupaten Paser, dalam 4 tahun terakhir ada 4 pencapaian Desa Padang Jaya. Yaitu juara III lomba Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) tahun 2019, yang disusul dengan juara II kegiatan yang sama pada tahun 2021. Kemudian juara I lomba Posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dalam rangka Hari Bhayangkara ke-71 pada 2021. Terakhir status mandiri atas pencapaian perkembangan status desa berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) tahun 2022.

Terakhir di tingkat Kecamatan Kuaro, ada 3 prestasi selama dipimpin Dzikri. Yaitu terbaik I penyusunan laporan pertanggungjawaban realisasi pelaksanaan APBDes Tahun Anggaran 2020, terbaik III dalam rangka penyusunan perubahan APBDesa tahun 2020, dan juara II Lomba Desa tahun 2021. (Catatan Prokopim)

 


Paser, 9 Februari 2023

Bagikan ke :

Banner

shadow

Berita Terkait

Dimuat dalam 3.1813 detik dengan memori 0.7MB.