Berita:Wabup Buka Rakor Penanggulangan Kemiskinan Daerah

Siaran Pers

TANA PASER- Wakil Bupati Paser Kaharuddin membuka rapat koordinasi (rakor) program Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Paser Tahun 2019, Senin (19/8)  di Ruang rapat Sadurengas Kantor Bupati Paser.

Rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan daerah  diikuti Sekda Paser Katsul Wijaya dan  Ketua Bappeda Muksin, menghadirkan nara sumber Pelaksana tugas (Plt) Bappeda Provnsi Kaltim Hariyo Santoso.

Selain itu, rakor untuk mengetahui sejauh mana progres program penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Paser ini,diikuti  pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Paser serta jajaran Camat se-Kabupaten Paser.  

Wabup Kaharuddin dalam sambutanya menegaskan, kemiskinan adalah masalah klasik yang dihadapi sebagian besar negara berkembang, serta merupakan salah satu indikator ekonomi untuk melihat tingkat kesejahteraan masyarakat di suatu daerah.

Karena itu menurutnya, memiskinan tidak saja terbatas pada materi, tetapi juga sosial, ilmu, moral dan spritual. “Kemiskinan adalah permasalahan yang mendesak, dan memerlukan langkah-langkah penanganan dan pendekatan yang jitu dan terpadu, menyeluruh dari berbagai sisi, serta memenuhi hak-hak dasar warga negara secara layak,” kata Wabup.

Wabup Kaharuddin mengatakan, strategi telah direncanakan dan ditetapkan Bappeda Paser untuk penanggulangan kemiskinan yang mengacu kepada peraturan Presiden No. 13 Tahun 2009 tentang penanggulangan kemiskinan dan Peraturan Presiden No. 15 Tahun 2010 tentang percepatan penanggulangan kemiskinan.

“Strategi tersebut yaitu mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin, meningkatkan kemampuan dan pendapatan masyarakat miskin, mengembangkan dan menjamin keberlanjutan usaha mikro serta kecil, dan membentuk sinergi kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan,” sebutnya.

Strategi ini jelas Wabup  perlu ditindaklanjuti dengan penekanan dan implementasi dalam bentuk kegiatan nyata di setiap Perangkat Daerah. Sesuaikan kegiatan dengan target dan sasaran sambil memperhatikan tradisi, budaya, dan cara kehidupan mereka untuk meningkatkan kesejahteraan, dan keluar dari belenggu kemiskinan.

 “Kepada peserta rapat koordinasi, ikuti kegiatan ini sampai akhir dan diskusikan segala sesuatunya sehingga terjadi percepatan penanggulanagan kemiskinan yang terukur dan menggunakan data-data yang valid seberapa besar kebutuhan dan angka untuk mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Paser,” pesan Wabup. (har-/humas)

Bagikan ke :

Banner

shadow

Berita Terkait

Dimuat dalam 0.1401 detik dengan memori 0.95MB.