Berita:Tinjau Jalan Poros Trans Pait, Bupati Segera Turunkan Alat Berat

Siaran Pers


TANA PASER- Jalan rusak masih membelenggu sekaligus agak mengisolasi sembilan desa baik di wilayah Kecamatan Long Ikis maupun Kecamatan Long Kali.

Kesembilan desa itu dari  jalan poros Trans Pait, Sekurau Jaya, Long Gelam, Tiwai, Belimbing, Pinang Jatus, Perkuin, Lambakan hingg desa Kepala Telake.

Yang menyedihkan, untuk menuju ke Desa Kepala Telake, ternyata selama ini warga yang berbatasan dengan Kalimantan Barat  dan Kutai Barat ini,  masih melalui jalur sungai karena belum adanya jembatan.

Jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Paser membuat warga sembilan desa kesulitan akses jalan. Mereka mengeluhkan kondisi jalan khususnya poros Trans Pait hingga Desa Belimbing, akibatnya produksi pertanian dan buah sawit mengalami gangguan.

Aparat Desa Belimbing kepada Bupati  mengatakan, kerusakan jalan dirasakan sejak beberapa bulan lalu, dan Kondisi tersebut sangat mengggangu kelancaran berlalu lintas dan mengundang kerawanan terjadi kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu berharap Pemkab segera melakukan perbaikan.  

lalu  Bupati dr Fahmi Fadli menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mendengar langsung dari warga setempat dan mengetahui secara pasti kondisi di lapangan. 

"Kami masih seringkali menerima dan mendengar keluhan masyarakat terkait dengan kondisi jalan di Kabupaten Paser yang masih dalam kondisi rusak," terangnya yang saat kunjungan, Jumat (9/4) didampingi Wabup Sarifah Masitah Assegaf.

Bupati Fahmi menilai kondisi jalan rusak mempengaruhi pertumbuhan ekonomi daerah, karena jalan merupakan salah satu aspek vital untuk mengeluarkan hasil-hasil pertanian dan perkebunan warga yang berdampak lambannya pertumbuhan perekonomian masyarakat akibat jalan rusak.

“Segera akan ditangani.Saya instruksikan Kadis PUPR untuk segera melakukan penanganan pada titik rusak parah jalan tersebut, karena anggaran tanggap darurat masih tersedia. Mudahan dalam waktu dekat kami akan turunkan alat untuk melakukan perawatan jalan," tandas Fahmi.

Dikatakan mantan anggota DPRD Paser ini, tindakan tersebut merupakan langkah cepat untuk melakukan perbaikan sementara.

“Untuk jangka panjang, perbaikan jalan penghubung Pait-Pinang Jatus telah masuk pada skala prioritas pembangunan daerah, di APBD Paser tahun 2022. Untuk sementara ini dengan menggunakan anggaran tanggap darurat dilakukan perawatan di beberapa titik kerusakan parah," pungkasnya. (hrm)

Bagikan ke :

Banner

shadow

Berita Terkait

Dimuat dalam 0.1115 detik dengan memori 0.95MB.