Berita:Peduli Situs Budaya, Wakapolda Kunjungi Museum Sadurengas

Siaran Pers

Peduli Situs Budaya, Wakapolda Kunjungi Museum Sadurengas


TANA PASER– Situs budaya merupakan peninggalan leluhur yang harus kita jaga agar anak cucu kita kelak dapat melihat sejarah leluhurnya seperti di Museum Sadurengas Pasir Belengkong.

Bukti kepedulian Polri terhadap situs budaya, sebelum  bertolak ke Pos Penyekatan Muara Komam, rombongan Wakapolda Kaltim Brigjen Pol Hariyanto dalam kunjungan kerjanya, bersama Bupati Paser, dr Fahmi Fadli, Kapolres Paser AKBP Eko Susanto  serta Dandim 0904/Tng, Letkol Czi Widya Wijanarko, mengunjugi situs budaya yang pernah menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Paser.

Sebelum ke Musium yang pada abad 19 diakui sebagai  Istana Kesultanan Paser oleh Sultan Ibrahim Khaliludin dengan bangunan membentuk rumah panggung yang dalam bahasa Paser disebut "Kuta Imam Duyu Kina Lenja" yang berarti rumah kediaman pemimpin yang bertingkat, Wakapolda melaksanakan salat dhuha di Masjid Nuru Ibadah.

Selesai Sholat Dhuha  bersama Bupati Fahmi di  Masjid yang menjadi saksi bisu sejarah perkembangan Islam di Bumi Daya Taka bahkan tercatat dalam sejarah hingga ke wilayah PPU, Balikpapan dan sebagian wilayah Kota Baru, Wakapolda lanjut melihat Museum Sadurengas. 

Usai melihat secara detail, lengkap dengan pemaparan mengenai apa saja dan sejarah berdirinya Museum Sadurengas dari petugas, Wakapolda lanjut ke Muara Komam.

Wakapolda Hariyanto berharap kepada masyarakat Kabupaten Paser agar berama-sama Polri untuk menjaga situs budaya warisan leluhur yang ada di Paser ini.

Untuk diketahui, Masjid Nurul Ibadah dibangun sekira 1875. Saat itu, selain untuk sarana ibadah, juga tempat berkumpul dan musyawarah membahas permasalahan di masyarakat.

Beberapa ornamen khas kerajaan juga masih bertahan. Di antaranya hiasan dinding dengan perpaduan ukiran Suku Paser, Arab dan China serta mimbar  khotbah berukir khas Paser.  Di masjid itu, 12 anak tangga memutari tiang tengah melewati pintu plafon.

Sedangkan Museum Sadurengas tercatatan dalam sejarah, bahwa Kecamatan Pasir Belengkong  sempat menjadi pusat Kesultanan Paser yang bernama Kerajaan Sadurengas. Kerajaan  yang dipimpin Putri Petong, berdiri tahun 1516. 

Pada masa jayanya, kekuasaan Sadurengas meliputi wilayah  Paser,  Penajam Paser Utara, dan Balikpapan serta sebagian wilayah Kota Baru Kalimantan Selatan. 

Salah satu bukti l sejarah  tentang Kesultanan Paser adalah Museum Sadurengas yang  merupakan bangunan eks rumah salah satu Sultan Paser, yaitu Aji Tenggara (1844-1873).  Seiring berjalannya waktu, maka pada awal abad 19, berubahlah peruntukan rumah  itu menjadi istana Sultan Ibrahim Khaliludin.(humas)

Bagikan ke :

Banner

shadow

Berita Terkait

Dimuat dalam 0.1226 detik dengan memori 0.95MB.