Berita:Nonding: Dai Pembangunan dan Insentif Guru Ngaji Tidak Dihapus

Siaran Pers

TANA PASER – Kepala Bagian Bina Kesra I Nonding mengatakan bahwa program dai pembangunan tidak dihapus sebagaimana kabar yang beredar di sejumlah media. Meski membantah tidak ada penghapusan, Nonding tidak menampik adanya pengurangan anggaran mengikuti kondisi keuangan yang ada.

“Memang tahun ini program itu tidak ada, namun bukan berarti dihapus. Program dai pembangunan akan ditata ulang kemudian diserahkan keinstansi teknis, jadi bisa saja tahun 2018 nanti sudah berjalan kembali,” kata Nonding didampingi Kasubag Pendidikan Alwi.

Terkait insentif guru ngaji, mantan pejabat Kesbangpol ini mengatakan bahwa harus ada penyesuaian data guru ngaji dari BKPRMI. “Kami sudah minta data tersebut, namun belum fixed, jadi kami kembalikan lagi (ke BKPRMI). Nah sampai sekarang belum diberikan lagi ke kami,” beber Nonding.

“Selain itu ada perubahan mekanisme setelah ada audit pemeriksaan BPK, yakni trasnfer dana langsung masuk ke rekening masing-masing guru ngaji,” jelasnya.

Lebih lanjut Nonding mengatakan bahwa anggaran yang ada tahun ini hanya untuk bayar hutang tahun 2016. Secara rinci, dana untuk guru ngaji yang ada di tahun 2017 dipruntukkan pada dana insentif guru ngaji sebesar 2.5 miliar rupiah untuk 1.710 guru, terdiri dari guru ngaji di TPA dan guru ngaji kampung.

Dengan angka tersebut Nonding mengaku hanya bisa membayar pada Januari sampai Juni 2017.(ak)

Bagikan ke :

Banner

shadow

Berita Terkait

Dimuat dalam 0.1484 detik dengan memori 0.94MB.