Berita:Kunjungi RSU Pratama, Wabup Masitah Prihatin

Siaran Pers

Wabup Masitah saat berada di rumah sakit Pratama Batu Engau. ( foto Harmin)

TANA PASER- Keberadaan Rumah Sakit Pratama di Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser, tepatnya tak jauh dari perbatasan Sengayam Kabupaten Kota Baru Kalimantan Selatan, dinilai belum optimal. 

Pasalnya belum banyak pasien yang menjadikan rumah sakit yang mulai beroperasi tahun 2017 tersebut sebagai pilihan untuk pelayanan kesehatan. 

Tak heran, ruang perawatan yang dapat menampung ratusan pasien, tak di jumpai ada penanganan pasien dan begitupun ruang jaga perawat terlihat kosong.

Tak itu saja, ruang poli klinik tak digunakan karena keterbatasan petugas maupun tenaga medis dan dokter. Sementara peralatan tersedia.

Hal ini terungkap saat Wakil Bupati Paser Hj Sarifah Masitah Assegaf melakukan kunjungan ke rumah sakit Pratama yang selesai pembangunannya pada tahun 2016 dengan nilai Rp 39 Miliar.

Melihat kondisi tersebut, Wabup Masitah nampak prihatin yang menurutnya bangunan semewah ini  dan punya kelengkapan alat, tidak digunakan hanya karena keterbatasan tenaga dan dokter serta ahli. 

Karena belum dimanfaatkan maksimal, Rumah sakit yang terletak di Jalan Negara Kecamatan Batu Engau ini, untuk urusan kebersihan tak begitu mendapat perhatian khususnya lorong rumah sakit. Bahkan sejumlah plapon mengalami kerusakan karena ada sejumlah bagian atap yang bocor.

“Bangunan semewah dan selengkap ini ternyata belum dimanfaatkan maksimal untuk pelayanan pasien. Ini harus segera dicarikan solusinya, sehingga bangunan dan peralatan bisa terjaga dan begitupun kebersihan,” kata Wabup Kepada Kadis Kesehatan Amir Faisol bersama Kepala TU RSU Pratama Asmari dan didampingi sejumlah dokter.

“Ke depan dan harus segera dilakukan tindakan  sehingga tidak berlarut-larut. Ini harus secepatnya agar layanan rumah sakit ini dapat maksimal sepettib tujuan pendirinya yakni sebagai rumah sakit rujukan dari puskesmas.

Kepala TU RSU Pratama Asmari mengakui, pelayanan Rumah Sakit Pratama belum optimal. Dia menyebut kan rata-rata keterisian tempat tidur layanan rawat inap sangat sedikit  dari jumlah tempat tidur yang digelar. Sedangkan kapasitas rumah sakit mampu menampung hingga puluhan pasien.

“Dari tingkat pemanfaatan tempat tidur di rumah sakit masih rendah. Selama ini layanan kamar operasi dan peralatan yang ada belum bisa berfungsi dan begitupun ruang poli klinik karena belum ada dokter spesialis dan tenaga ahli seperti peralatan Radiologi yakni alat rontgen tak permah digunakan,” ucapnya.

Terkait jumlah tenaga medis, ia menyebutkan baru 3 dokter umum dan 1 dokter gigi. Sedangkan tenaga perawat sebanyak 15 orang.

“Seharusnya sudah ada doktor spesialis dan perlu penambahan dokter umum dan begitupun petugas medis dan lainnya. Dengan keterbatasan ini, kami belum bisa maksimal,” katanya. 

Karenanya jika menangani pasien kasus sulit dan perlu keahlian, maka terpaksa segera di rujuk ke RSUD Panglima Sebaya. “Untuk  tenaga kebersihan kita hanya ada dua orang petugas. Jadi pembersihan dilakukan tiga hari sekali untuk lorong,” katanya. Seraya menambahkan, untuk pimpinan saat ini masih pelaksana tugas dan jabatan Plt sejak di resmikannya RSU.

Dia berharap, seiring berjalannya waktu, fasilitas pendukung dan sumber daya manusia dapat dipenuhi. (humas)

Bagikan ke :

Banner

shadow

Berita Terkait

Dimuat dalam 0.1330 detik dengan memori 0.94MB.