Berita:Kunjungi Puskesmas, Bupati & Wabup Tinjau Seluruh Ruangan dan Tanyakan Kesejahteraan

Siaran Pers


TANA PASER-Sebagai seorang dokter dan pernah bergelut pada tindakan kesehatan, Bupati dr Fahmi Fadli pada setiap kunjungan kerjanya selalu menyempatkan untuk mampir kepusat kesehatan masyarakat atau Puskesmas. 

Seperti saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Tanjung Aru Kecamatan Tanjung Harapan, bupati Fahmi didampingi Wabup Masitah meninjau puskesmas Tanjung Aru.

 Saat bereda di puskesmas Tanjung Aru dengan pelayanan 24 jam tersebut, Bupati Fahmi dan Wabup Masitah disambut Kepala Dinas Kesehatan Amir Faisol dan Kepala UPTD Puskesmas Tanjung Aru, dr Fitrah Hidayat Guntur.

Hampir  seluruh ruang pelayanan didatangi, meskipun paham,  Fahmi selalu menanyakan berbagai hal terkait tindakan dan pelayanan medik. 

Begitupun terkait  kesejahteraan para petugas kesehatan khususnya yang masih berstatus tenaga honor. 

Kepala   Puskesmas Fitrah mengatakan kendala puskesmas adalah terbatasnya ketersediaan listrik.

“Di sini listrik menyala hanya 15 jam, dari jam 16.30 sampai 09 00 pagi, kalau siang menggunakan tenaga listrik dari genset, kami kesulitan jika ada pasien yang harus dioperasi pada siang hari, “katanya.

Resikonya kata Fitrah, kalau  menggunakan genset, bisa merusak alat-alat  operasi karena listrik yang dihasilkan tidak stabil. 

Lalu iapun menyampaikan agar usulan pengadaan speedboat yang digunakan sebagai ambulan air untuk mengangkut pasien yang akan dirujuk ke Tanah Grogot.

“Ambulan yang ada sudah lama dan tidak berfungsi dengan baik. Kami mohon pak Bupati permohonan ini dapat disetujui,” harapnya.

Terkait apa yang disampaikan kepala Puskesmas, Bupati Fahmi  berjanji akan mengupayakan adanya pembangkit tenaga surya untuk memenuhi kebutuhan listrik terutama di luar jam operasional listrik PLN menyala.

“Solusinya kalau memang siang  belum ada listrik dari PLN, maka akan kita upayakan melalui tenaga surya. Anggaran tahun depan akan kita masukkan dan begitupun untuk ambulan air,” kata Fahmi.

Sedangkan terkait harapan  tambahan tunjangan tenaga kesehatan khusus untuk tenaga honor karena Tanjung Aru  diakui masuk daerah terpencil, saat itu Bupati juga didampingi Kepala BKD Suwito dan Kadis Keuangan dan Aset Daerah Abdul Kadir berjanji akan menjadikan perhatian besar.

“Kalau untuk gaji PTT tahun ini akan kita naikkan sebesar Rp600 ribu. Sedangkan untuk tunjangan tambahan nanti saya bicarakan secara khusus,” kata Bupati.(humas)

Bagikan ke :

Banner

shadow

Berita Terkait

Dimuat dalam 0.1451 detik dengan memori 0.95MB.