Berita:Karoding Buka Pelatihan Peremajaan Sawit

Siaran Pers

TANA PASER – Mewakili Bupati Paser, Asisten Ekonomi Sekretariat Daerah Karoding P membuka acara pelatihan peremajaan kelapa sawit, Selasa (7/02) di aula pertemuan Hotel Sadurengas.
          Dalam sambutannya Karoding mengatakan sektor perkebunan merupakan salah satu sektor unggulan Kabupaten Paser secara nyata dan aktifitas ekonomi masyarakat sangat tergantung pada kegiatan sektor perkebunan terutama komoditi kelapa sawit. Perkembangan sektor perkebunan khususnya perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Paser dilaksanakan melalui beberapa pola antara lain, pola swadaya masyarakat, kemitraan masyarakat dengan BUMN dan Kemitraan masyarakat dengan investor swasta,” kata Karoding.                        
           “Era pengembangan kelapa sawit di Kabupaten Paser pada tahun 1982 dirintis melalui proyek Perkebunan Inti Rakyat (PIR) dan dikelola oleh PTP VI sampai 2017”, cerita Karoding.
          “Program pengembangan perkebunan terus dilakukan sesuai situasi dan kondisi saat program diluncurkan yaitu melalui pola PIR trans, Bantuan dari APBD I dan II KKPA, Revitalisasi Inti plasma PBS, kemitraan luas areal tanaman kelapa sawit baru mencapai 170.011 hektare disusul luas lahan karet seluas 14.168,5 dan lahan sawah 12.223 hektare”.jelas Karoding.
         Di Kabupaten Paser terdapat tanaman kelapa sawit dari total luas yakni 170,011 hektar yang melibatkan 33 perkebunan besar terdiri dari 1 Perusahaan Besar Negara, 32 perusahaan Besar Swasta 4 macam kelembagaan petani yaitu APKASINDO, SPKS, KOPERASI dan Kelompok Tani.
        “Dengan menyerap tenaga kerja dan perkebunan sebanyak kurang lebih 74.745 orang dari total luas tersebut terdapat data Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) kurang lebih 91.988 ha dan Luas Tanaman Menghasilkan (TM) kurang lebih 90.411 ha dengan umur tanaman bervariasi sesuai tahun tanaman,” lanjutnya.                    
          Karoding berharap dengan  kegiatan replanting yang direncanakan dapat berjalan dengan baik maka segala hal yang berhubungan dengan kegiatan replanting tersebut harus benar-benar dipersiapkan dengan baik. Salah satu yang perlu dipersiapkan adalah bibit kelapa sawit dengan penggunaan bibit unggul dan system pembibitan yang baik maka akan diperoleh bibit yang unggul dengan potensi produksi tinggi.
          Pelatihan replanting ditutup dengan penyerahan atribut secara simbolis kepada peserta pelatihan dan foto bersama. Kegiatan juga dihadiri Camat Kuaro Siti Makiah, Camat Long Ikis M Lukman Darma, ketua DPW APKASINDO Suyoto, Rektor Instiper Yogyakarta Gunawan. (YR)

Bagikan ke :

Banner

shadow

Berita Terkait

Dimuat dalam 0.2397 detik dengan memori 0.95MB.