Berita:Jalan Poros Tanah Periuk Segera Ditangani & Dua Jalur Tunggu Proses Hibah Ke BBPJN

Siaran Pers

TANA PASER- Wakil Bupati Paser Hj Sarifah Masitah Assegaf berharap  jalan  dua jalur di Desa Tanah Periuk Kecamatan Tanah Grogot untuk segera diserahkan ke pemerintah pusat melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah Kaltim, sehingga pembangunan jalan dua jalur tersebut segera terealisasi.

“Kalau untuk jalan utama mungkin tidak ada masalah karena dari dulu statusnya memang jalan nasional. Tetapi jalan yang dilebarkan dan saat itu Pemkab telah melakukan ganti rugi lahan, dapat segera diurus penyerahannya ke pusat, sehingga pihak BBPJN dapat merencanakan pekerjaannya,” kata Masitah saat meninjau jalan  jalur dua sepajang 3 kilomter di Desa Tanah Periuk.

Masitah saat meninjau lokasi jalan rencana dua jalur di Desa Tanah Periuk, Jumat (16/7/2021) didampingi Kepala Bagian Keuangan dan Aset Daerah Abdul Kadir, Kabid Aset Rehat serta Kepala Seksi Jalan dan Kepala Seksi Jembatan Dinas PUPR Paser.

Karena saat itu juga hadir PPK  Jalan Kuaro- hingga perbatasan Batu Engau BBPJN  wilayah Kaltim Sinaga, Wabup Masitah meminta Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional untuk melakukan perbaikan jalan rusak dari jembatan seratai RM Noto Sunardi hingga Pasir Belengkong. Sebab, persoalan jalan rusak dapat membahayakan pengguna jalan yang akan melintas. Bahkan, Masitah mengaku banyak mendapatkan protes dari warga terutama kondisi jalan rusak tersebut.

Terhadap permintaan tersebut, PPK BBPJK Kuaro – perbatasan Batu Engau dengan Kota Baru Kalimantan Selatan mengaku, pada tahun 2021-2022 ini jalan dari Kuaro hingga perbatasan Batu Engau mendapat anggaran cukup besar. Bahkan menurutnya, pada Agustus 2021 ini realisasi pekerjaannya akan dimulai hingga tahun 2022.

“Jadi untuk jalur dua Tanah Periuk, kami akan lakukan pembangunan pada jalan utama, dan progresnya akan ditingkatkan. Karena jalur yang disebelah penyerahan assetnya dari Pemkab ke BBPJN   belum dilakukan,” katanya.

Terhadap keluhan masyarakat, khususnya dari jembatan Seratai RM Noto Sunardi hingga jembatan Pasir Belengkong yang banyak berlubang, Sinaga mengaku pihaknya selama ini melakukan penambalan. Namun karena terbatasnya anggaran pemeliharaan, maka tidak dapat maksimal.

“Paket pekerjaan ini sudah dilakukan pelelangan. Diperkirakan pada Agustus ini sudah bisa mulai dikerjakan," pungkasnya.

Bagian lain, Wabup Masitah mengatakan, jika dalam pekerjaan jalan nanti ada kendala dilapangan, PPK BBPJK untuk secepatnya berkoordinasi dengan pihak terkait, baik PUPR Paser maupun Bagian Aset Daerah.

“Nanti kalau ada kendala dilapangan, segera hubungi saya atau pihak PUPR maupun Aset daerah. Jangan sampai pekerjaan ini terhambat karena terkendala teknis. Nanti kita juga akan libatkan RT, Kades dan Camat serta tokoh warga setempat,” kata Masitah.

Apa yang disampikan Wabup ini, karena sebelumnya PPK BBPJK  wilayah Kuaro-perbatasan Batu Engau mengeluhkan selama ini kerap terjadi kendala pekerjaan terkait pembutan drainase kiri-kanan jalan dengan warga setempat.(humas)

Bagikan ke :

Banner

shadow

Berita Terkait

Dimuat dalam 0.1463 detik dengan memori 0.95MB.