Berita:Bupati Canangkan Desa Petangis Sebagai Kampung KB

Siaran Pers

TANA PASER- Sejak dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo, Kampung KB terus tumbuh pesat dan semangat membentuk dan mendirikan Kampung KB menjadi salah satu agenda Pemkab Paser melalui Dinas Pengendalian penduduk, keluarga berencana, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (DPPKBP3A) Paser.Yang patut di banggakan sebagai bentuk  dukungan Bupati Paser, dari 5  desa  yang telah di canangkan sebagai kampung KB  dari 10 desa yang  tersebar di 10 kecamatan,  tiga desa telah di canangkan langsung oleh Bupati Paser H Yusriansyah Syarkawi.

          Senin (14/8) giliran desa Petangis Kecamatan Batu Engau  dicanangkan sebagai Kampung KB oleh Bupati Paser bersama Ketua Tim Penggerak PKK Hj Mutiarni Yusriansyah, dan pencanangan kampung KB di desa yang berbatasan dengan Kabupaten Batu Licin Kalimantan Selatan  ini,  diawali prosesi  serah terima dan tepung tawar mobil unit pelayanan KB atau Mupen  yang merupakan bantuan  pemerintah pusat dari Bupati kepada DPPKBP3A Paser.

          Sebelum dicanangkan, Camat Batu Engau Faulus Margita bersama unsur Muspika Batu Engau, Kepala Badan DPPKBP3A Faulina Widriyani dan unsur Dinas Kesehatan dan dihadiri Kepala Desa se-Kecamatan Batu Engau dan unsur masyarakat,  melakukan pembentukan kampung KB Desa Petangis .

          Kepala Badan DPPKBP3A Faulina Widriyani saat ditemui mengatakan, Kampung KB merupakan salah satu “senjata pamungkas” baru pemerintah dalam mengatasi masalah kependudukan, terutama di wilayah-wilayah yang jarang “terlihat” oleh pandangan pemerintah.

Selain itu menurut Faulina, Kampung KB kedepannya akan menjadi ikon program kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Kehadiran Kampung KB bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program KKBPK serta pembangunan sektor lain dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas.

“10 kampung yang dicanangkan tersebut merupakan perwakilan dari setiap kecamatan, dan pencanangan kampung KB ini  telah bersinergi dengan Dinas Kesehatan,” ucapnya.

Terhadap animo masyarakat mengikuti program KB, Faulina menyebutkan saat ini  metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) telah banyak digunakan oleh masyarakat. “Setidaknya  animo dan kepatuhan masyarakat terhadap pemakaian alat KB sudah semakin membaik, seiring dengan kesadaran akan manfaat KB dan pentingnya untuk merencanakan keluarga kecil yang berkualitas,” tandas Faulina. (har-)

Bagikan ke :

Banner

shadow

Berita Terkait

Dimuat dalam 0.1518 detik dengan memori 0.96MB.