Berita:Bupati Beberkan Kondisi Jalan Provinsi ke Media Nasional

Siaran Pers

TANA PASER – Kunjungan salah satu media televisi nasional ke Kabupaten Paser benar-benar dimanfaatkan Bupati Paser Yusriansyah Syarkawi untuk menyampaikan uneg-uneg terkait kondisi jalan provinsi yang ada di Kabupaten Paser. Saat diwawancara oleh reporter televisi di Pendopo, Rabu (21/6) sore, Yusriansyah secara gamblang membeberkan masalah jalan.

Ada dua jalan yang menjadi fokus utama dalam penyampaian Bupati ini, yaitu jalur Simpang Pait ke Muara Lambakan yang melewati dua kecamatan yaitu Long Ikis dan Long Kali, dan jalan Kerang menuju Tanjung Aru di Kecamatan Tanjung Harapan. Kondisi kedua jalan provinsi ini rusak parah dan hanay bisa dilewati oleh kendaraan jenis tertentu.
              Pada sesi wawancara ini Bupati didampingi sejumlah pejabat, di antaranya Kepala Bappeda Putu Suantara, Kepala BPKAD M Fauzy, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Bachtiar Effendi, dan Kepala Bidang Prasarana Wilayah Bappeda Mulyadi Rahman.
               Usai wawancara, Bupati mengatakan lega setelah menyampaikan hal ini, seraya berharap bisa diderngar oleh pemerintah pusat dan provinsi.
               Wawancara ini merupakan salah satu agenda resmi media televisi tersebut, karena mereka memang datang ke Paser untuk meliput kondisi kedua jalan itu. Beberapa hari sebelumnya para kru ditemani warga lokal menyusuri jalan sampai desa Kepala Telake, kemudian dilanjutkan dengan menapaki jalan di desa Lomu, Pengguren, Segendang dan Riwang.
           Terpisah, Kepala Bagian Bina Ekonomi II Maju P Simangunsong mengatakan bahwa meski menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi Kalimantan Timur, Pemkab Paser tidak hanya berpangku tangan. Pemkab Paser berupaya membina komunikasi dengan perusahaan untuk memperbaiki jalan yang rusak parah.
            “Untuk jalur Pait – Lambakan, kami sudah koordinasi dengan Greaty agar membantu perbaikan jalan terutama di desa Pinang Jatus. Sementara yang di Lomu ke Pengguren, kami juga sudah komunikasi dengan beberapa perusahaan yang ada di sana. Beberapa kali kami panggil, kemudian kami kunjungi, harapannya bisa segera teratasi,” kata Maju saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu. (ak)


Bagikan ke :

Banner

shadow

Berita Terkait

Dimuat dalam 0.1417 detik dengan memori 0.95MB.