Berita:Work From Home di Paser, Tidak Semua ASN Melakukannya

Siaran Pers

TANA PASER- Pemerintah Kabupaten Paser mengeluarkan kebijakan dengan membolehkan ASN (Aparatur Sipil Negara) bekerja di rumah. Langkah tersebut diambil guna menghindari penyebaran virus corona.

Penerapan ASN bekerja di rumah dikeluarkan melalui surat edaran  Pemkab Paser yang ditandatangani Sekda Paser Katsul Wijaya dengan nomor 061.1/840/Org  tentang penyesuai sistem kerja ASN dalam upaya pencegahan penyebaran Covid -19 di lingkungan Pemkab Paser.

 Kebijakan pemerintah pusat diadopsi  Pemkab Paser  yakni memperbolehkan ASN bekerja di rumah, dengan persayaratan tertentu.

Munculnya kebijakan work from home atau kerja di rumah didasarkan pada masa observasi pasien suspect virus corona yang memiliki durasi waktu 14 hari. Selain itu, mengerjakan tugas di rumah menghindari kontak dengan banyak orang. Sebab dengan menghindari kontak dengan banyak orang bisa memutus penularan covid-19.

Meski memperbolehkan bekerja di rumah, tak semua ASN bisa melakukannya. Dalam edaran tersebut, pejabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrasi dan Pejabat Pengawas untuk tetap bekerja sebagaimana biasa. Sedangkan pejabat Pelaksana termasuk Pegawai Tidak Tetap (PTT) agar dapat melakukan pekerjaannya di rumah masing-masing atau work from home terhitungdari tanggal 23 Maret 2020  dan beraktifitas kembali tanggal 6 April 2020.

 Selanjutnya, ASN yang melaksanakan work from home agar senantiasa dalam kondisi on call bila sewaktu-waktu dibutuhkan.  Selama 14 periode 14 hari kalender, pegawai yang melaksanakan penugasan work from home agar tidak melakukan aktifitas diluar rumah kecuali untuk keperluan mendesak seperti untuk kebutuhan pangan dan kesehatan serta penyesuaian absensi kehadiran dilakukan secara manual pada perangkat daerah masing-masing.

 Selain itu, pelaksanaan sistem kerja normal sebagaimana bisa tetap berlaku untuk Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPSTP), Dinas Perhubungan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil , Dinas Pemadam Kebakaran, Satuan Polisi Pamong Praja, Badan Pendapatan Daerah, Badan Penanggulangan Bencana Derah, RSUD Panglima Sebaya dan Puskesmas se-Kabupaten Paser dan  ASN dan PTT yang berusia 50 tahun ke atas serta yang hamil dan menyusui melaksanakan tugas dari tempat tinggal masing-masing.

 Untuk penyelenggaraan rapat –rapat agar dilakukan sangat selektif sesuai tingkat prioritas dan urgensi yang harus diselesaikan dengan tetap memperhatikan jarak aman antar peserta rapat (social distancing) dan perjalanan dinas dalam negeri hanya dilaksanakan untuk urusan yang tidak dapat ditunda dan dilakukan dengan sangat selektif sesuai prioritas dan urgensinya.

 Kepada perangkat daerah beserta jajarannya agar melakukan langkah-langkah pencegahan penyebaran Covid-19 di instansi masing-masing sesuai dengan himbauan Menteri Kesehatan dan bagi ASN yang telak melakukan perjalanan ke kota yang terjangkit Covid-19 atau yang pernah berinteraksi dengan penderita terkonfirmasi Covid-19 agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.  (har-)

           

            

Bagikan ke :

Banner

shadow

Berita Terkait

Dimuat dalam 0.3178 detik dengan memori 2.43MB.