Berita:Waspada Penipuan WhatsApp Marak

Siaran Pers

Penipuan oleh sejumlah pihak yang tidak bertanggung jawab bisa dilakukan di mana saja, termasuk pada aplikasi pesan elektronik, WhatsApp. 

Hebatnya lagi sindikat pelaku penipuan via teknologi seluler, bisa meretas akun aplikasi chating WhatsApp milik orang lain untuk melakukan penipuan.  

Penipuan dengan cara membobol akun WhatsApp orang lain, modusnya “ATM ku Limit Transfer”. Kemudian mengirimkan pesan percakapan atau chat ke semua kontak si pemilik akun, minta dipinjamkan uang dan ditransferkan via rekening.    

Karena itu  pengguna WhatsApp diperingatkan adanya aktivitas penipuan berbahaya yang mengatasnamakan sebagai teman WhatsApp. 

Yang menarik hal ini tak hanya terjadi di Indonesia, namun juga menjadi fokus utama di Inggris. Pasalnya, menurut data keamanan siber dari firma keamanan siber McAfee, 46 persen orang Inggris telah jadi korban peretasan. Imbasnya, uang pun ikut melayang. 

Mengutip laman The Sun, rata-rata orang Inggris bisa tertipu higga 725 poundsterling atau setara Rp 13,1 jutaan. Uang itu diberikan kepada si penipu. 

Yang jelas Aplikasi terkenal seperti WhatsApp pun masih jauh dari kata aman. Buktinya, si penipu masih bisa membobol akun milik pengguna kemudian memakai profil WhatsApp korban untuk menjerat teman-teman mereka yang ada di daftar kontak. 

Hal serupa juga terjadi di Kabupaten Paser, dimana sejumlah akun  WhatsApp Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat umum   dibajak oleh orang lain  yang   digunakan untuk meminta uang marak dalam beberapa bulan ini. 

Caranya penggandaan (cloning) akun WhatApp   seolah-olah menjadi teman di akun media sosial seperti IG atau Facebook. Lalu dia meminta no kontak WA via direct message atau inbox. Setelah mendapat nomor WhatsApp korbannya, lalu pelaku mengirimkan kode notifikasi ke nomor WhatsApp tersebut. (har)

 

Bagikan ke :

Banner

shadow

Berita Terkait

Dimuat dalam 0.3643 detik dengan memori 2.43MB.