Berita:Wabup: Mari Kita Rangkul Masyarakat Dengan Pendidikan Politik Sehat

Siaran Pers

TANA PASER- Wakil Bupati Paser H Kaharuddin mengatakan, menjadi tantangan berat bagi Partai Golkar maupun parpol-parpol lainnya, karena masyarakat sekarang ini sudah sangat cerdas dalam pengetahuan dan wawasan politik, sehingga jika parpol tidak pandai menyusun strategi maka bukan tidak mungkin akan ditinggalkan oleh simpatisan dan juga tidak lagi dipilih oleh masyarakat.

Hal ini ditegaskan Wabup dalam sambutannya saat Peringatan Ulang Tahun ke-55 Partai Golkar Kabupaten Paser Tahun 2019, Minggu (2/11) malam di halaman Hotel Bumi Paser.

Apalagi menurut Kaharuddin,  menjelang pesta demokrasi yaitu Pemilukada serentak yang salah satunya termasuk Pemilihan Bupati Paser dan Wakil Bupati Paser tahun 2020, tentunya semua partai pengusung bakal calon akan berlomba-lomba menarik simpati masyarakat untuk meraih hasil perolehan suara demi memenangkan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati sebagai nahkoda pemerintahan di Kabupaten Paser.

Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami mengharapkan semua pihak dapat saling menjaga dan menghindari sifat buruk saling menjelek-jelekan ataupun menebar fitnah untuk meraih simpati masyarakat. Mari kita rangkul masyarakat dengan pendidikan politik yang sehat,”  kata ketua umum  DPD Partai Golkar Kabupaten Paser ini.

Semakin tingginya persaingan sekarang ini lanjut Wabup,  tentu membuat Partai Golkar juga harus banyak melakukan pembenahan diri. Dan momentum hari jadi ke-55 ini sangat tepat untuk melakukan introspeksi sekaligus evaluasi terhadap berbagai program ke depan yang lebih baik lagi dalam memajukan partai maupun memajukan kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia.

Di era globalisasi seperti sekarang ini, tuntutan akan masa depan Indonesia yang lebih baik terus digelorakan masyarakat. Kuatnya tuntutan akan penyelamatan bangsa Indonesia dari krisis dan berbagai hal yang dapat meruntuhkan rasa nasionalisme serta pembangunan ekonomi bangsa juga harus menjadi perhatian partai politik. Hal ini yang membuat Partai Golkar harus bisa merumuskan peran-peran baru untuk menjawab tantangan dan harapan-harapan baru dari masyarakat dan rakyat Indonesia,” tegasnya.

“Kami percaya Partai Golkar dengan ciri dan sifatnya yang terbuka dan pluralistik mampu menjalin hubungan dengan organisasi-organisasi keagamaan dalam arti luas dan menyeluruh, bukan hanya kepada agama tertentu, tetapi kepada semua organisasi, semua keagamaan di seluruh Indonesia, sebagai realitas sosial masyarakat Indonesia,” tambah Wabup. (har-/humas) 

Bagikan ke :

Banner

shadow

Berita Terkait

Dimuat dalam 0.1343 detik dengan memori 2.78MB.