Berita:Upacara Otda; Wabup Pimpin Hari Otonomi Daerah ke-21

Siaran Pers

TANA PASER-  Puncak peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda)  ke-21 Tahun 2017  di Kabupaten Paser  ditandai dengan upacara  di halaman Pemkab Paser. Upacara yang berlangsung khidmat dipimpin  oleh Wakil Bupati HM Mardikansyah.

Upacara  hari Otda diikuti barisan pelajar, mahasiswa, Korpri, Dishub, Satpol PP dan Polres Paser,  juga dihadiri Ketua DPRD Paser H Kaharuddin, jajaran forum koordinasi perangkat daerah, Sekretaris Daerah Paser As Fathur Rahman serta jajaran pejabat Pemkab Paser.

          Tema Hari Otonomi Daerah ke-XXI Tahun 2017 adalah “Dengan Semangat Otonomi Daerah, Kita Tingkatkan Kinerja Pelayanan Publik Melalui E-Government”.

Wabup Mardikansyah saat membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri (Mendagri)  mengatakan, peringatan hari Otda yang dilaksanakan setiap tahun merupakan momentum untuk mengevaluasi perkembangan kinerja pelaksanaan otonomi daerah pada masing-masing daerah otonom.

Dalam pelaksanaannya  menurut Wabup, pemerintah daerah  harus senantiasa fokus pada upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, peningkatan pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan daya saing perekonomian daerah.

Sejalan dengan  tujuan Otda  yang harus menjadi prioritas kebijakan daerah, menurutnya, pelaksanaan Otda harus mampu meningkatkan kinerja pelayanan publik sesuai dengan kepentingan masyarakat, dan upaya peningkatan kinerja pelayanan publik harus dikelola berbasis teknologi informasi dan komunikasi atau electronic-government, agar masyarakat dapat memperoleh informasi secara mudah, cepat dan tepat tentang prosedur pelayanan publik yang disediakan Pemerintah Daerah.

Selanjutnya adalah ketepatan penyediaan pelayanan publik berbasis electronic-government, membutuhkan kemampuan dan integritas yang tinggi dari setiap aparatur Pemerintah Daerah serta  upaya peningkatan kinerja pelayanan publik berbasis electronic-government,   akan dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan daerah yang baik (atau good local governance) dan aparatur pemerintah daerah yang bersih (atau clean local government).

Berkenaan dengan peringatan Otda ke -21 ini, menurut  Wabup  ada  lima arahan pokok Mendagri,  pertama dalam rangka mengefektifkan penyele- nggaraan pemerintahan daerah, harus senantiasa terjalin hubungan yang harmonis antara Kepala Daerah dan DPRD sebagai sesama Unsur Penyelenggara Pemerintahan Daerah, termasuk hubungan yang harmonis dengan seluruh Unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah.

Kedua tingkatkan kualitas tata kelola pemerintahan daerah untuk mewujudkan proses penyelenggaraan pemerintahan daerah yang baik dan profil pemerintahan daerah yang bersih, melalui reformasi birokrasi, serta peningkatan kapasitas dan integritas seluruh penyelenggara pemerintahan daerah, baik Kepala Daerah, DPRD, maupun pegawai negeri sipil.

Ketiga  Prioritaskan program pembangunan daerah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, yang didukung dengan pengelolaan sumber-sumber keuangan daerah secara efektif, efisien, transparan dan akuntabel.

Keempat adalah  tingkatkan daya saing perekonomian daerah di tengah percaturan ekonomi global dan regional, termasuk era Masyarakat Ekonomi ASEAN, melalui pengelolaan potensi ekonomi daerah yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat dan dunia usaha.

Kelima adalah  tingkatkan keterbukaan informasi publik melalui pelayanan informasi dan dokumentasi publik di lingkungan Pemerintahan Daerah secara efektif, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan. (har-)

 

Bagikan ke :

Banner

shadow

Berita Terkait

Dimuat dalam 0.2310 detik dengan memori 2.78MB.