Berita:STIPER Muhammadiyah Tanah Grogot Lepas 58 Mahasiswa KKN

Siaran Pers

TANA PASER – Bupati Paser Drs H Yusriansyah Syarkawi MSi yang diwakili Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Drs H Ishak MSi, melepas 58 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Muhammadiyah Tanah Grogot yang akan melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN). Prosesi pelepasan tersebut dilaksanakan di halaman Rektorat STIPER Muhammadiyah Tanah Grogot pada Kamis (21/7) ditandai pemasangan atribut KKN.

Ketua STIPER Muhammadiyah Tanah Grogot Amininsyah Har SP MP mengatakan, mahasiswa KKN angkatan XIII yang terdiri dari 12 mahasiswa agroteknologi dan 46 mahasiswa agrobisnis itu akan melaksanakan kegiatan selama dua bulan pada enam desa di lima kecamatan di Kabupaten Paser yakni Sebakung Makmur (Long Kali), Sekurau Jaya (Long Ikis), Padang Jaya (Kuaro), Sungai Terik (Batu Sopang) serta Suliliran Baru dan Olong Pinang (Paser Belengkong).

Membacakan sambutan Bupati, Ishak meminta mahasiswa KKN STIPER Muhammadiyah mampu membantu Pemkab Paser memajukan daerah khususnya dengan mengamalkan ilmu pertanian maupun ilmu-ilmu agama yang telah dipelajari di kampus.

“KKN merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang dilakukan secara interdisipliner, institusional, dan kemitraan sebagai salah satu wujud dari tridharma perguruan tinggi. Manfaatkanlah seluruh disiplin ilmu yang telah dikuasai untuk mengabdi dan menggali potensi pemberdayaan masyarakat sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan. Jadikan kehadiran kita sebagai pencerah dengan berbagi pengalaman dengan masyarakat setempat dengan semangat olo manin aso buen si olo ndo,” pesan Ishak.

“Dengan membaur langsung dengan masyarakat di desa, kita juga harus pandai-pandai membawa diri. Karena sering kali mahasiswa KKN ini dianggap sebagai orang-orang pintar yang tahu segalanya. Kadang-kadang ada yang meminta televisinya diperbaiki, sementara ilmu yang kita pelajari adalah pertanian. Mudah-mudahan semuanya bisa menyesuaikan diri sehingga bisa banyak memberian manfaat dan memberikan kesan yang baik,” imbuh Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Paser H Syukran Amin SH.

Dalam kesempatan itu Syukran Amin mengharapkan realisasi hibah tanah dari Pemkab Paser dapat segera diselesaikan. Mengingat keberadaan tanah tersebut sangat diperlukan mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan praktik lapangan. “Pemkab Paser memberikan hibah tanah seluas lima hektare untuk menunjang kegiatan mahasiswa STIPER Muhammadiyah Tanah Grogot. Tetapi sampai saat ini surat keputusannya tidak kunjung terbit,” ungkapnya. (hms)

Bagikan ke :

Banner

shadow

Berita Terkait

Dimuat dalam 0.1389 detik dengan memori 1.04MB.