Berita:Sistem CAT, Jaminan Trasparan & Akuratnya Tes CPNS

Siaran Pers

Sekda Selalu Pantau Proses Tes CPNS

 

Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 adalah harapan bagi sebagian masyarakat untuk dapat mengabdikan dirinya kepada negara dan masyarakat. Persaingan untuk mendapatkan kursi ini pun kini semakin fair sebab menggunakan ujian berbasis komputer yang disebut Computer Assisted Test atau disingkat CAT. 

Perbedaan tes CPNS yang lalu,  dan proses seleksi CPNS tahun ini,  seluruh pelamar  yang dinyatakan lolos pendaftaran secara online,  mendapatkan panggilan ujian akan melalui tes dengan komputer dan bukan menghadapi soal yang berada di lembaran kertas. Dengan ujian yang disebut CAT ini maka hasil atau nilai ujian akan muncul sesaat setelah ujian dilaksanakan.

Pastinya, penerimaan CPNS sudah tidak seperti dulu. Sekarang pakai CAT. Begitu tombol jawaban pada soal terakhir dipencet, maka sebentar kemudian sudah keluar nilai. Jadi tidak perlu ke sana sini (mencari koneksi, kenalan atau pejabat agar diterima) karena jelas tidak bisa, tidak mungkin.

Sekda Paser AS Fathur Rahman yang selalu memantau pelaksanaan tes CPNS di jajaran Pemkab Paser yang digelar di ruang Asesmen Center lantai dasar Gedung Badan Kepegawaian Pendidikan  dan Pelatihan (BKPP) Paser komplek Kantor Bupati,  memastikan bahwa dengan CAT maka proses penerimaan CPNS akan lebih transparan dan akurat.

Tidak ada lagi yang tidak transparan, formasi sudah dibuka. Tes sudah menggunakan sistem Computer Asissted Test, yang menentukan lulus tidak lulusnya peserta itu sendiri," katanya.

Yang jelas, menurut pengakuan sejumlah peserta tes CPNS,   sistem CAT sangat baik serta transparan  jika dibandingkan dengan tes CPNS terdahulu yang masih manual menggunakan kertas.

“Pengunaan komputer dalam pelaksanaan tes CPNS menutup celah kebocoran soal serta menghilangkan anggapan bisa menitip orang dalam. Dengan penggunaan komputer apa yang dikerjakan maka itulah yang didapatkan, tidak bisa diubah karena hasil langsung muncul saat tes berakhir,” ujarnya.

Menurutnya, tidak ada kecurangan dalam proses seleksi, semua yang lolos tes seleksi  kompetensi dasar atau SKD murni sesuai kemampuan masing masing peserta. Ia pun mengatakan ketertarikan mendaftar CPNS karena PNS dirasa dapat menjamin kehidupan, serta untuk menjadi abdi negara.

“Kalau tes CPNS dulu kan masih manual menggunakan kertas dan pensil 2B dan itu banyak celah kecurangan. Kalau sistem CAT ini akurat dan trasnparan juga,” pungkasnya.

Pelamar yang mengikuti tes CPNS berdasarkan data dari  BKPP  Kabupaten Paser sebanyak 1.512 orang dengan tahapan SKD dengan metode CAT secara online.

Terdapat ketiga kelompok materi soal seleksi kompetisi dasar. Tiga  kategori soal, yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU) dan tes Karakteristik Pribadi (TKP).

Peserta paling tidak harus memenuhi point minimal pasing grade atau ambang batas yang telah ditentukan di setiap kategori tersebut. Untuk TWK nilai minimal yang harus terpenuhi yaitu 75 poit, TIU 80 point dan TKP 143 poit, dan selanjutnya  peserta yang lolos akan mengikuti seleksi selanjutnya yakni seleksi kompetensi bidang (SKB).

Sebanyak 177 formasi tersedia di Kabupaten Paser dengan formasi prioritas adalah tenaga pendidikan, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis(har-/humas)

 

Bagikan ke :

Banner

shadow

Berita Terkait

Dimuat dalam 0.1224 detik dengan memori 2.78MB.