Berita:Psr 18 dari Surabaya, Tiga Bulan Tidak Ada di Paser

Siaran Pers

TANA PASER – Di tengah status Covid-19 yang sedang melandai dan dibarengi dengan optimisme masyarakat untuk kembali melakukan aktifitas dengan protokol kesehatan, sepekan terakhir justru diwarnai dengan penambahan tiga kasus positif yang baru. Hal ini membuat sebagian warga Paser kembali was-was terutama yang berdomisili di Batu Sopang dan pekerja di perusahaan batu bara.

Meski demikian, ada hal yang patut disyukuri, bahwa tiga pasien baru dari perusahaan semuanya tidak berada di Paser. Bahkan jauh hari sebelum dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 mereka sudah berada di pulau Jawa dan Sulawesi, yang setelah tiba di Balikpapan langsung melakukan isolasi mandiri sampai dirawat di RS Pertamina.

Dalam konferensi pers, Ahad (14/6), juru bisara Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 Paser, Amir Faisol mengatakan bahwa pasien baru, Psr 18 yang baru dinyatakan positif Sabtu kemarin, sudah hampir tiga bulan meninggalkan Paser. “Dia pulang ke Surabaya sejak 5 Maret 2020 dalam rangka cuti,” jelas Amir Faisol.

Setelah masa cutinya habis, diperkirakan dia akan pulang ke Paser namun terkendala aturan Covid-19, sehingga waktunya di luar Paser jadi bertambah. “Dia baru diperbolehkan terbang ke Balikpapan setelah menunjukkan bukti hasil rapid test non reaktif di Surabaya, yaitu 1 Juni 2020,” lanjut Amir Faisol.

“Sejak itu dia menjalani isolasi mandiri di mess perusahaan di Balikpapan, lalu tes swab di salah satu klinik swasta di Balikpapan, 4 Juni 2020. Hasilnya keluar 12 Juni 2020 lalu klinik swasta tersebut merujuk Psr 18 ini ke Rumah Sakit Pertamina Balikpapan untuk menjalani perawatan,” tutur Amir.

Jadi menurut Amir, secara epidemologi, jelas sekali kalau Psr 18 sama dengan Psr 16 dan Psr 17, yang dijadikan pasien Covid-19 Kabupaten Paser namun diyakini jika ketiganya tertular Covid-19 di luar Paser, entah di mana.

Dengan demikian, Amir kembali meyakinkan masyarakat Paser terutama di batu Sopang dan pekerja di perusahaan batu bara agar tidak terlalu panik dengan tiga pasien baru ini, namun tetap waspada. “Jalani kehidupan sehari-hari dengan mengikuti protokol kesehatan, pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak,” pesannya. (aks)

Bagikan ke :

Banner

shadow

Berita Terkait

Dimuat dalam 0.1738 detik dengan memori 0.96MB.