Berita:Pertalian Peringatan Maulid Nabi, Sumpah Pemuda, dan Hari Santri

Siaran Pers

Tana Paser - Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, MAN Insan Cendekia Paser kembali melaksanakan Peringatan Maulid Nabi SAW 1442 H, Sabtu(31/10/2020)  secara luring (luar jaringan) atau tatap muka di Aula Pertemuan MAN IC Paser dengan tetap menerapkan protokal kesehatan. Kegiatan dihadiri seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MAN IC Paser. Bertindak sebagai penceramah adalah Wakamd Bidang Humas dan PSDM MAN IC Paser, Ismail, M.Pd.I. 

Kepala MAN IC Paser, Khoirul Anam, M.Pd.I dalam arahannya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh GTK yang masih dapat meluangkan waktunya untuk hadir bersama memperingati Muulid Nabi Muhammad saw 1442 H. Jika dibandingkan dengan perjuangan dan pengorbanan Rasulullah saw, para sahabat beliau, dan pengikut-pengikutnya yang setia, maka perjuangan dan pengorbanan kita tidak ada apa-apanya. Meskipun demikian, kewajiban kita adalah meniru dan meneladani  sepak terjang perjuangan dan pengorbanan mereka dalam kehidupan kita sehari-hari. Minimal dalam kita menjalankan amanah dan perjuangan di MAN IC Paser ini, sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. 

 Secara substansi di bulan Oktober 2020 ini ada tiga peristiwa yang saling berdekatan dan saling berkaitan yaitu maulid Nabi Muhammad saw(29/10/2020), hari sumpah pemuda(28/10/2020), dan hari santri nasional(22/10/2020). Jika didalami lebih jauh setidaknya ada dua nilai penting sekaligus menjadi ibrah(pelajaran) bagi ummat Islam, yang saling bertalian diantara ketiga peristiwa tersebut. Pertama, ketiganya memberikan pelajaran betapa keberhasilan atau kesuksesan itu senantiasa disertai dengan semangat kerja keras dan pantang menyerah atau dalam bahasa agama disebut jihad. Dengan jihad harta dan nyawalah Rasulullah saw Bersama para sahabat sukses mendakwakan Islam. Dengan jihad harta dan nyawa, seluruh pemuda Indonesia bersepakat dan memproklamirkan diri bertumpah darah satu, tanah air Indonesia. Berbangsa yang satu, bangsa Indonesia, dan menjunjung Bahasa persatuan, Bahasa Indonesia. Dengan harta dan nyawa pula, santri Indoensia berhasil mengusir penjajah dari bumi Indonesia. Kemudian pelajaran kedua adalah ketiga peristiwa tersebut sama-sama menjelaskan bahwa tanpa persatuan dan kesatuan mustahil kesuksesan dapat diraih. Rasulullah saw dengan akhlaknya yang mulia berhasil memersatukan kaum Anshar dan Muhajirin sehingga menjadi sebuah kekuatan yang dahsyat dan berhasil mendirikan sebuah negara yang berperadaban, Negara Madinah Al-Munawwarah. Dengan semangat sumpah pemuda pula, bangsa ini dapat menghantarkan dirinya menjadi sebuah negara merdeka dan berdaulat, dan dengan semangat persatuan dan kesatuan pula, para santri Indonesia dapat mengusir penjajah serta mempertahankan kemerdekaan dan berdiri sebagai negara yang berdaulat. Demikian, pengantar ceramah Maulid yang disampaikan oleh Ismail, M.Pd.I di hadapan seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MAN Insan Cendekia Paser.

Selanjutnya, Guru Fikih MAN IC Paser ini menguraikan setidaknya ada empat hikmah memperingati Maulid Nabi SAW; Pertama, Syukur dan Gembira. Sebagai ummat Rasulullah saw, kita mesti bersyukur dan merasa gembira serta bahagia atas diutusnya Rasulullah saw. Sebab Nabi SAW adalah kado terindah yang Allah berikan di dunia ini, bukan hanya kepada manusia tetapi juga seluruh alam. Bahwa Nabi SAW tidaklah diutus melainkan membawa rahmat bagi alam semesta (Q.S. Al-Anbiya:107). Bahkan dalam sebuah Hadis Qudsi Nabi SAW bersabda bahwa “Saya diutus kepada kalian sebagai hadiah untuk menyebarkan rahmat di seluruh alam.” Kedua; Thalabul Ilmi. Dengan Peringatan Maulid Nabi saw secara otomatis kita menuntut ilmu agama, setidaknya mengulang kaji dan menambah ilmu kita tentang sejarah Hidup Nabi saw untuk kita jadikan suritauladan dalam kehidupan kita. Ketiga, Memuji Rasulullah saw/bershalawat kepadanya. Dalam peringatan maulid Nabi saw biasanya dibacakan shalawat kepada Nabi saw dan syair-syair yang berisi puji-pujian kepada Nabi saw sebagai penyemangat dalam menghidupkan sunnah-sunnah Nabi SAW. Semua ulama bersepakat bahwa bershalawat kepada Nabi saw hukumnya wajib. Sebab Allah dan Malaikat saja bershalawat kepada Nabi SAW, sebagaimana FirmanNya,”Sesungguhnya Allah dan para malaikatNya bersalawat untuk Nabi. Hai orang-orang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (Q.S. Al-Ahzab : 56). Selain hukumnya wajib,  dengan bershalawat kepada Nabi SAW kelak di yaumul akhir, kita akan mendapatkan syafaat dari Rasulullah Muhammad SAW. Dengan memperbanyak membaca shalawat kepada Nabi SAW, insyaallah semakin banyak peluang kita mendapatkan syafaat Nabi saw. Sebagaimana Hadis Nabi SAW dari Ibnu Mas’ud bahwa Nabi SAW bersabda,”Orang yang paling berhak mendapatkan syafaatku pada hari kiamat adalah yang paling banyak membaca shalawat kepadaku.” (H.R. At-Tirmidzi). Hikmah keempat dari Peringatan Maulid Nabi SAW adalah Meneladani Nabi SAW.  

Dengan memperingati Maulid Nabi SAW akan tumbuh ghairah untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW yang sangat mulia dan mengagungkan. Sebagai ummat yang mengaku sebagai pengikutnya, tidak hanya wajib bershalawat kepadanya tapi juga berupaya dengan maksimal menjadikan Nabi SAW sebagai model dan teladan terbaik dalam kehidupan kita. Meneladdaninya dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, berbangsa, dan bernegara. Minimal ada empat sifat wajib Rasul yang juga wajib kita ikuti yaitu Siddiq (jujur, benar, satunya kata dan perbuatan), Tablig (penyampai dan penegak kebenaran, keadilan, kebaikan, dan keindahan), Amanah (bertanggung jawab, menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, tidak khianat), dan Fathonah (cerdas emosional, spiritual, dan intelektual). Empat sifat ini saja kita jalankan, niscaya kita akan menjadi ummat Rasulullah saw yang luar biasa hebatnya. Demikian, Ismail mengakhiri taushiyahnya.*(humas_ICPaser)

Bagikan ke :

Banner

shadow

Berita Terkait

Dimuat dalam 0.1599 detik dengan memori 0.96MB.