Berita:Perjuangan Dapatkan Sinyak HP. Muda-Mudahan Menjadi Perhatian Perusahaan Telekomunikasi

Siaran Pers

WILAYAH Kabupaten Paser masih tergolong adanya kasus Covid -19. Karena hampir semua  wilayah Kabupaten Paser masih harus menyelenggarakan pendidikan jarak jauh dalam jaringan. Tapi ternyata tidak semua siswa di  Bumi Daya Taka ini dapat dengan mudah melakukan belajar daring.

Disejumlah Desa maupun Dusung/Kampung yang tersebar di 10 kecamatan, peserta didik harus naik ke puncak bukit untuk mendapatkan sinyal supaya tetap bisa mengikuti belajar daring.

"Tiap hari harus ke sini puncak bukit. Belajar dan membuat tugas yang diberikan guru," kata Rahmadiyansah yang mengaku pelajar SMK Muhammadiyah Kecamatan Long Ikis kepada awak humaspaser.co.id.

Pelajar yang merupakan warga Desa Belimbing Kecamatan Long Ikis ini harus naik ke puncak bukit  setiap mau belajar daring bersama beberapa pelajar dari SMP hingga SLTA /SMK lainnya karena di sana tempat satu-satunya untuk mengakses sinyal HP.

Sejak sekolah yang hanya ada di ibu kota kecamatan menerapkan belajar daring, beberapa puncak bukit di desa yang ditempuh 1 jam dari ibu kota Kecamatan Long Ikis ini ramai dikunjungi pelajar. Ada pelajar yang duduk belajar di pondok-pondok kecil di pinggang bukit dan ada yang sampai ke puncak bukit.

Rahmadiyansah  mengatakan, kendala yang cukup berat bagi siswa yang belajar daring di bukit bila cuaca sudah hujan. "Jarak dari rumah ke sini cukup jauh. Satu-satunya tempat yang ada sinyal cuma di sini. Kalau sudah hujan, jalannya licin," ucapnya yang diamini anak-anak lainnya.

Selain susah untuk belajar daring, ketiadaan sinyal internet di kampungnya, Rahmadiyansah  mengaku  membatasi interaksi dan perkembangan di dunia luar.

Ia lalu  berharap pemerintah melalui perusahan telekomunikasi dapat  membangun fasilitas supaya masyarakat Desa Belimbing dan beberapa desa lainnya di Kabupaten Paser tidak ketinggalan dari  desa lain yang sudah mengikuti perkembangan zaman. "Kalau belajar dari rumah sudah pasti tidak bisa pak. Kami harus jauh-jauh ke bukit biar dapat sinyal," ujarnya.

Selain desa Belimbing, puluhan pelajar Desa Pinang Jatus Kecamatan Long Kali juga mendatangi salah satu puncak bukit untuk mencari sinyal sudah atas sepengetahuan orang tua. Bahkan tidak sedikit pelajar yang naik bukit diantarkan orang tua karena merasa tidak aman membiarkan anaknya pergi sendirian.

 Salah seorang orang tua siswa mengaku harus mengantarkan anaknya ke puncak bukit supaya hatinya tidak risau membiarkan anaknya pergi jauh. Menurutnya, pergi ke bukit  menjadi satu-satunya solusi bagi pelajar di Desa Pinang Jatus termasuk anaknya.

“Harapannya segera ada  tower agar jaringan internet mudah diakses cukup dari rumah. Yang saya tau, Pemerintah Desa sudah beberapa kali melakukan permohonan ke pihak Pemerintah Daerah untuk diteruskan ke Telkom,” katan ibu yang mengaku pengurus PKK Pinan Jatus ini.

Kasubag Komunikasi Pimpinan Bagian Protokol & Komunikasi Pimpinan Daerah Setda Paser  Abdul Kadir mengakui di beberapa desa di Kabupaten Paser kondisi sinyal memang masih sulit diakses. Ia lalu menyebut Pemkab Paser melalui dinas terkait yakni yakni Kominfo  dan Persandian sudah lama mengusulkan agar perusahaan provider membangun tower di desa-desa yang selama ini kesulitan mendapatkan signal.

“ Tapi sampai sekarang usulan tersebut masih ada kendala sehingga seluruh desa di Kabupaten Paser  belum ada terjangkau signal hp karena kemungkinan masalah  aspek ekonomi dan lainnya,” jelas penanggungjawab humaspaser.co.id ini.

Perusahaan sebutnya  tentu menghitung-hitung untung dan rugi. “Sudah lama Pemkab Paser usulkan agar dibangunkan tower. Kalau tidak salah baru-baru ini pak Wakil Bupati dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan yang langsung menyampaikan permohonan ini kepada GM Telkom Balikpapan saat kunjungan ke Paser," kata Alumni Universitas Victoria Melbourne ini.

Kadir mengatakan,  sejauh ini baru sepertiga daerah Kabupaten Paser yang sudah lancar akses internet. “Muda-mudahan PT Telkom melalui Telkomsel  dan perusahaan telekomunikasi lainnya  dapat memberikan solusi sehingga desa-desa di Kabupaten Paser terjangkau akses internet,” tambahnya. (humas)

 

Bagikan ke :

Banner

shadow

Berita Terkait

Dimuat dalam 0.1303 detik dengan memori 0.94MB.