Berita:Pemkab Paser dan Bank Indonesia Sepakat Kembangkan UMKM Berbasis Digital

Siaran Pers

TANA PASER – Pemerintah Kabupaten Paser dan Bank Indonesia sepakat untuk melakukan kolaborasi memajukan UMKM di Benuo Daya Taka menjadi UMKM yang berbasis digitalisasi, baik digital marketing maupun digital logistik. Kesepakatan ini merupakan salah satu hasil pertemuan kedua pihak yang berlangsung Jumat (21/1) pagi.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Adi Maulana menerima perwakilan BI Balikpapan di ruang kerjanya khusus membicaran digitalisasi UMKM ini. Bersama Adi Maulana, ada Kabag Perekonomian Paulus Margita didampingi Kasubbag perencanaan dan pengawasan ekonomi mikro kecil Rusdiana Pasaribu, Kabid Promosi dan Kemitraan Disperindagkop UKM Joko Santoso dan Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Abdul Kadir.

Adi Maulana mengatakan bahwa kegiatan untuk memajukan UMKM ini akan dilakukan dalam bentuk pelatihan kepada pelaku UMKM dengan menghadirkan narasumber dari praktisi ekonomi digital, seperti Shopee. Output yang diharapkan adalah persiapan generasi melek digital untuk bersaing di wilayah penyangga IKN.

“Kita harus siap di wilayah IKN, jangan sampai ketinggalan dan jadi penonton,” tegas Adi Maulana yang juga mantan Kabag Humas dan Protokol dan mantan Kadis Perhubungan.

Dia melanjutkan bahwa ada perubahan yang mendasar pada UMKM di Paser selama pandemi, dari konvensional menjadi digital. Pelaku usaha pun kata dia lebih variatif dan sepertinya didominasi oleh anak muda. Bahkan kata mantan Kadis Kominfo ini, khusus UMKM di bidang kuliner, ada peningkatan jumlah pelaku UMKM dari kalangan sarjana.

“Banyak pelaku usaha yang kuliah di luar daerah dan setelah selesai mereka langsung pulang untuk menciptakan usaha sendiri. Nama usahanya pun dibuat milenial dan sangat kekinian. Dan orang tua mereka bangga melihat anak-anaknya bisa membuka usaha sendiri,” jelas Adi.

“Memang banyak yang tidak bertahan lama karena kalah bersaing atau tidak punya keunikan tertentu, namun yang berhasil juga tidak sedikit,” katanya.

Bukan hanya pelaku baru yang akan dibina, melainkan juga pelaku UMKM lama yang selama ini sudah berkiprah di tingkat regional bahkan nasional. Kabid Jaka Santosa mengatakan bahwa kendala umum yang dialami oleh pelaku UMKM selama ini salah satunya di bidang pemasaran. 

Mereka sering produksi dalam jumlah banyak, namun kesulitan dalam pemasaran. Sebaliknya, pada saat kurasi sering ada yang pesan produk mereka namun belum ada produk yang selesai dan siap, melainkan perlu waktu yang lama untuk membuatnya, sehingga berpotensi kehilangan pembeli.

Sementara itu pihak BI mennyampaikan, jika kegiatan ini berhasil maka besar kemungkinan UMKM Paser akan diberi ruang di website BI untuk promosi. Di website itu ada beberapa kolom khusus untuk promosi hasil UMKM. (humas)

Bagikan ke :

Banner

shadow

Berita Terkait

Dimuat dalam 0.1307 detik dengan memori 0.95MB.