Berita:Pemerintah Daerah Harus Tegas Atasi Permasalahan Sawit Di Paser

Siaran Pers

Oleh : Fikroh Aba Rouf


Ketidakjelasan harga sawit dipicu oleh ketidak tegasan pemda pada pengawalan harga buah sawit. Petani sawit yang perjalanan hidupnya bergantung pada produksi hasil penjualan buah sawit rela atau tidak rela harus mengikuti kemauan dan ketentuan para pengusaha dalam menentukan harga buah sawit. Seringkali dipermaikannya harga buah sawit sangat berdampak pada kemerosotan ekonomi dan taraf hidup masyarakat.

Masyarakat Kabupaten Paser yang hampir mayoritas berprofesi sebagai petani kurang lebih 65-70%, kemorosotan ekonomi petani sawit secara tidak langsung pasti berimbas pada tingkat penghasilan masyarakat di profesi yang lain.

Dalam kondisi ini mestinya ada perhatian yang serius dan focus dari pemerintah daerah demi kestabilan dan kondusifitas perekonomian kab. Paser pada umumnya.


PERMASALAHAN YANG TERJADI

Para pengusaha yang ada baik pada level lokal maupun profesional selalu mengedepankan keuntungan individu dengan cara terus berusaha menekan harga buah sawit pada tiap-tiap permasalahan yang terjadi pada pasang surunya harga CPO sawit yang berjalan seiring pergulatan pasar global dan kebutuhan/permintaan CPO dunia.

Permsalahan-permasalahan ini sering dijadikan sebagai modal dan alasan bagi para pengusaha untuk menekan dan mempermainkan harga yang ujung permasalahan adalah selalu petani yang menjadi korban ketidak adilan dan pemerataan kesejahteraan.

Pemerintah daerah (pemda) sudah berapa kali menetapkan harga buah sawit sebagai bentuk pembelaan terhadap petani, akan tetapi ketetapan itu hanya berlaku pada tulisan hitam diatas kertas tanpa adanya realisasi yang berjalan dilapangan, tidak beranjaknya pengusaha dari tingkat lokal maupun profesional dalam menjalankan pola usaha ala mafia dipicu oleh beberapa hal diantarannya :

a. Tidak adanya pengawalan yang signifikan dari pemda dengan ketetapan yang telah dikeluarkan perihal standarisasi harga buah sawit.

b. Pengusaha profesional memiliki income dan peran penting bagi kesejahteraan para elit penguasa yang menjadi sebab adanya kebijakan hanyalah sebagai buah simalakama saja buat masayarakat.

c. Turunnya harga CPO dan menurunnya permintaan internasional akan CPO sawit Indonesia menjadi senjata ampuh bagi pemda dan para pengusaha untuk tetap membiarkan dan terus menekan harga buah sawit khususnya sawit lokal (milik petani).


SOLUSI

1. Mestinya pemerintah daerah dengan tidak menentunya harganya buah sawit ada upaya tegas dalam pengawalan ketetapan yang diputuskan mengingat hamper mayoritas masyarakat Paser adalah petani sawit yang merupakan tolak ukur pasang surutnya perekonomian Kabupaten Paser.

2. Ada terobosan pasti yang dirumuskan dalam menghadapi persoalan ini dikarenakan buah sawit/CPO sawit tidak hanya bisa dijual dalam bentuk bahan mentah tapi juga bisa diolah dengan bentuk banyak karya yang pada akhirnya bisa memicu banyaknya permintaan dari hasil produk sawit yang menjadi jalan melonjaknya harga buah sawit yang berimbas pada naiknya kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi pemerintah Kabupaten Paser pada umumnya.


KESIMPULAN

Sangat tidak bisa dipungkiri besarnya harapan masyarakat Kabupaten Paser khususnya petani sawit adanya peran aktif pemerintah daerah untuk segera menumbuhkan solusi-solusi yang berpihak kepada masyarakat petani sawit khususnya dan masyarakat Kabupaten Paser pada umumnya.

Bagikan ke :

Banner

shadow

Berita Terkait

Dimuat dalam 0.0861 detik dengan memori 2.78MB.