Berita:MAN IC Paser & UIN Sunan Ampel Surabaya Lakukan MoU

Siaran Pers

TANA PASER- Dalam rangka meningkatkan jaringan kerja sama dengan pihak ketiga, MAN Insan Cendekia Paser melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Fakultas Psikologi dan Kesehatan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Selasa (9/7) di kampus MAN IC Paser Jalan Negara, Tanah Grogot.

Perjanjian kerja sama antar dua istitusi pendidikan dan perguruan tinggi berbasis Islam  tersebut,  langsung ditandatangani oleh pimpinan puncak masingmasing, yakni pihak MAN IC Paser oleh Kepala MAN IC Paser, Khoirul Anam, M.Pd.I dan dari Fakultas  UIN Sunan Ampel Surabaya diwakili Dekan Psikologi dan Kesehatan Dr.dr. Hj. Siti Nur Asiyah, M.Ag didampingi oleh Pembantu Dekan I  Dr. Abdul Muhid, M.Si.

Dalam sambutannya, Kepala MAN IC Paser Khoirul Anam menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dekan dan pembantu Dekan I Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Sunan Ampel Surabaya, atas kunjungan silaturrahim balasannya ke MAN IC Paser.

“Pada bulan Ramadhan lalu kami telah melakukan kunjungan ke UIN SA Surabaya dalam rangka penjajakan menjalin kerja sama dalam peningkatan mutu siswa MAN IC Paser, baik infut maupun output siswa. Oleh karena itulah, kami sepakat melakukan perjanjian kerja sama dalam pelaksanaan psikotest siswa,” katanya.,

Menurut Khoirul Anam, psikotest untuk siswa kelas X dalam rangka penentuan penjurusan dan psikotest bagi siswa kelas XII dalam rangka penentuan karir ke Perguruan Tinggi.

Sebelum dilakukan penandatangan MoU, Dekan Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Sunan Ampel Surabaya Siti Nur Asiyah melakukan perkenalan diri dan sosialisasi tentang UIN Sunan Ampel Surabaya secara umum dan Fakultas Psikologi dan Kesehatan secara khusus.

  Dalam paparannya, Siti Nur Asiyah menyebutkan  bahwa UIN Sunan Ampel sebelumnya bernama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Surabaya dan saat IAIN masih memiliki 5 fakultas yakni Fakultas Adab, Tarbiyah, Dakwah, Ushuluddin, dan Syariah.

 Ketika bertransformasi menjadi UIN Sunan Ampel, Fakultas yang dimiliki menjadi 9. Selain 5 fakultas yang ada ditambah fakutas yang baru, yakni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Fakultas Sains dan Teknologi, dan Fakultas Psikologi dan Kesehatan,” sebutnya.

Keberadaan Fakultas Psikologi dan Kesehatan menurutnya saat ini sangat urgen, karena di zaman modern ini banyak manusia mengalami stress karena kompleksitas kehidupan, persaingan semakin ketat, hidup individualistik, hanya mengurusi dirinya sendiri yang tak peduli dengan orang lain.
Pada titik-titiktertentu orang akan mengalami kejenuhan, obsesi-obsesi yang tidak terpenuhi. Maka, tidak heran jika pada momen pemilukada, rumah sakit jiwa selalu menyediakan tambahan kasur untuk mereka yang gagal terpilih menjadi kepala daerah. Karena mereka diasumsikan orang-orang yang beresiko mengalami stress,” tandas Siti.

Untuk itulah Fakultas Psikologi dan Kesehatan lanjut Siti, diperlukan peran keilmuwannya yang siap mencetak sarjana-sarjana psikologi yang bisa memberikan konstribusi luar biasa untuk kehidupan bangsa dan Negara ini, terutama ummat Islam di dalam membangun manusia yang seutuhnya, yang tidak hanya sehat jasmaninya, tapi juga sehat mental dan spiritualnya. (har-/humas)

Bagikan ke :

Banner

shadow

Berita Terkait

Dimuat dalam 0.0846 detik dengan memori 2.78MB.