Berita:MAN IC Paser Nobar Film G30SPKI Dihadiri Dandim Letkol ARH Adrian Patra Candra.

Siaran Pers

TANA PASER- Sebagai wujud rasa cinta kepada tanah air dan menumbuhkan jiwa patriotisme serta mengigat kembali peristiwa sejarah masa lalu yang sudah lama terlupakan, MAN Insan Cendekia Paser melaksanakan nonton bareng (nobar) Penghianatan Gerakan 30 September PKI.
            Yang menarik, nobar film G30SPKI yang digelar dihalaman sekolah MAN IC Paser, Sabtu (23/9) malam ini, juga diikuti jajaran Kodim 0904 Tanah Grogot dan dihadiri Dandim 0904 Letkol ARH Adrian Patra Candra.
            Dengan digelarnya nobar film pengkhianatan Gerakan 30 September PKI dengan durasi waktu 180 menit atau 3 jam ini, Dandim Adrian Partra Candra meyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada keluarga besar MAN IC Paser yang telah berinisiatif melaksanakan pemutaran kembali film G30SPKI.
            “Saya memberikan apresiasi  nobar mala mini, apa lagi film ini cukup lama tidak ditayangkan tepatnya sejak tahun 1998. Mengapa saya terpanggil datang ke MAN IC Paser?. Tidak lain di samping ingin menyampaikan arahan tentang wawasan kebangsaan, juga karena MAN IC Paser adalah madrasah yang mempersiapkan calon-calon pemimpin masa depan bangsa Indonesia,” kata Dandim dalam sambutannya malam itu.
            Letkol ARH Adrian Patria Candra menguraikan secara singkat tentang sejarah pengkhianatan PKI terhadap bangsa dan Negara, mulai zaman kolonial Belanda tahun 1927, sampai zaman kemerdekaan tahun 1948 di Madiun dan 1965 di Jakarta. Beliau juga mengingatkan tentang bahaya laten PKI.
            “PKI secara organisatoris sudah mati tapi secara ideologi mereka masih ada dan tetap hidup. PKI bukan hantu tetapi mereka adalah nyata serta memiliki organisasi tanpa bentuk mulai dari pusat, daerah sampai ke kecamatan. Inilah yang dinamakan bahaya laten PKI,” katanya.
             Oleh karena itu Dandim berpesan  harus terus waspada, apalagi akhir-akhir ini banyak individu dan organisasi bergentayangan di negeri ini yang ingin mengkhianati Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara kita. Mereka membangun opini melalui media sosial bahwa PKI itu korban, bukan pengkhianat bahkan pahlawan bangsa. “Oleh karena itu sekali lagi, kita harus tetap dan selalu mewaspadai bangkitnya kembali PKI di NKRI yang kita cintai ini,” pesan Dandim
            Sementara, kepala MAN IC Paser Khoirul Anam menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Dandim 0904 Tanah Grogot yang telah berkenan memenuhi undangan MAN IC.“Meskipun pada saat yang bersamaan juga ada nobar di lapangan prajurit Tanah Grogot, tapi pak Dandim masih meluangkan waktu untuk datang ke MAN IC Paser,” katanya.
            “Pak Dandim berpesan kepada kita semua khususnya  keluarga besar MAN IC Paser agar benar-benar menyimak dan memperhatikan film Pengkhianatan PKI ini,  sehingga betul-betul dapat mengambil hikmah dan pelajaran yang terbaik bahwa Pancasila sebagai dasar Negara kita selalu dirongrong oleh mereka yang berpaham ekstrim, baik itu ekstri kiri maupun ekstrim kanan,” tambah Khoirul Anam.
             Sebelum meninggalkan tempat acara, Dandim 0904 memberikan doorprize sebanyak empat buah ikat pinggang dan dua buah tas cantik untuk dibagi-bagikan kepada siswa yang mampu memberikan jawaban atas pertanyaan yang diberikan oleh para guru. Sesuai amanat Dandim 0904/Tanah Grogot, pada akhir acara, dilaksanakan tanya jawab. Alhamdulillah, dari enam pertanyaan yang diberikan kepada siswa ternyata enam siswa secara bergiliran semua mampu menjawab dengan benar. (hum-har)

Bagikan ke :

Banner

shadow

Berita Terkait

Dimuat dalam 0.1774 detik dengan memori 0.96MB.