Berita:Hadiri Rapat Pertemuan Forum Kemitraan BPJS, Bupati Minta Program & Kebijakan Asas Kepentingan Masyarakat

Siaran Pers

TANA PASER- Bupati Paser dr Fahmi Fadli bersama Wabup Paser Sarifah Masitah Assegaf,   menghadiri rapat pertemuan dengan Forum Kemitraan BPJS Kesehatan Balikpapan di ruang Rapat Sadurengas Kantor Bupati, Senin (8/3).

Dalam kegiatan tersebut hadir Sekda Paser Katsul Wijaya, mewakili Ketua DPRD Paser, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Balikpapan Sugiyanto serta  Kepala Bidang PMR Tasrif Thahir, Kepala Bidang P4 Sari Wahyu dan Kepala BPJS Paser Noormini.

Selain itu juga hadir sejumlah pimpinan OPD dan Kepala  Bagian terkait, Ketua IDI Paser dan Direktur Rumah Sakit Panglima Sebaya Tanah Grogot.

Sekda Katsul Wijaya dalam sambutannya menyampaikan bahwa forum kemitraan ini merupakan komitmen yang telah dilaksanakan dan membahas mengenai laporan progress, kendala-kendala, serta langkah-langkah yang sedang dan akan diambil berkaitan dengan program BPJS.

Hal ini sebut Katsul, merupakan upaya dalam menyamakan persepsi antara instansi yang terkait langsung maupun tidak langsung dalam pelaksanaan program BPJS di Kabupaten Paser.

Selanjutnya Bupati Fahmi Fadli dalam  sambutannya mengatakan, walaupun masih dalam situasi Pandemi Covid 19, agenda kegiatan yang menyangkut kepentingan dan hajat hidup masyarakat harus di laksanakan namun tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Menurut Bupati, kegiatan ini sangatlah penting karena merupakan wadah ataupun sarana konsolidasi tentang program pelayanan BPJS Kesehatan bagi masyarakat. Selain itu, melalui kesempatan ini  juga mengevaluasi pelaksanaan sekaligus pola kemitraan yang selama ini telah terjalin antara Pemkab Paser dan pihak BPJS Kesehatan.

“Apalagi dalam program kali ini yang akan menjadi sasaran kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat adalah P3K, Aparat Desa, dan Kepala Desa serta penduduk yang di daftarkan oleh Pemerintah Daerah. Sehingga menurut kami kebijakan dalam melaksanakan program ini harus betul-betul dipahami serta mempertimbangkan kemampuan daerah,” katanya.

 Kemampuan daerah menurut Fadli i banyak aspek yang menjadi perhatian, apalagi sekarang ini kondisi anggaran memang banyak diprioritaskan untuk penanganan dan pengendalian penyebaran Covid 19, namun bukan berarti mengesampingkan program-program yang termasuk dalam prioritas pembangunan serta yang paling penting bisa selaras dengan visi dan misi pembangunan Pemkab Paser melalui program Bupati dan Wakil Bupati Paser.

“Namun demikian, poin dalam kegiatan ini yang perlu kita garis bawahi dan sebagaimana tertuang pada agenda dalam undangan bahwa data kepesertaan JKN-KIS ini dialihkan dari PBI APBD menjadi PBI APBN. Dalam hal ini jangan sampai ketika program ini berjalan nanti terjadi ketidaksinambungan sehingga akan berdampak pada pengalokasian anggaran daerah,” ucapnya.

Harapannya lanjut Bupati Fahmi,  melalui pertemuan ini akan ada aksi nyata terhadap pelaksanaan program-program BPJS Kesehatan khususnya terhadap pelayanan JKN-KIS karena seperti  di ketahui selama ini, pelayanan BPJS Kesehatan yang menurut kami sudah sangat baikpun masih saja terdapat kekurangan. Hal itu terlihat dari informasi-informasi yang timbul langsung dari masyarakat.

“Mengapa hal ini kami ungkapkan.  Karena kondisi masyarakat sekarang sangat mudah kita pantau melalui media sosial. Hampir semua hal dengan mudahnya mereka ungkapkan sehingga jika di analisis sebenarnya sasaran kegiatan pembangunan dapat kita optimalkan berdasarkan informasi tersebut dalam meningkatkan kemajuan pembangunan seperti dalam melaksanakan program JKN-KIS ini ke depan,” tandasnya.

Kepada semua pemangku kepentingan, Bupati berpesan agar dalam menyusun program dan kebijakan betul-betul memperhatikan asas kepentingan masyarakat sehingga sejalan dengan Visi Sejahtera yaitu komitmen Pemkab Paser dalam mewujudkan terpenuhinya kebutuhan pokok dan meningkatkan standar kehidupan masyarakat.(humas)

 

Bagikan ke :

Banner

shadow

Berita Terkait

Dimuat dalam 0.1368 detik dengan memori 0.94MB.