Berita:BUPATI SERAHKAN SK CPNS BIDAN PTT PROGRAM KEMENKES RI

Siaran Pers

TANA PASER – Bupati Paser Yusriansyah Syarkawi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) kepada 26 orang bidan dari program Pegawai Tidak Tetap (PTT) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di Pendopo Kabupaten, Kamis (8/6).

Bupati mengatakan pengangkatan 26 bidan PTT sebagai CPNS merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi para bidan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya memberikan pelayanan kesehatan bagi ibu hamil di daerah terpencil.

“ini merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi para bidan PTT dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya yang bisa dikatakan tidak mudah karena selain penempatan mereka di daerah terpencil yang minim fasilitas juga harus berhadapan dengan lingkungan masyarakat terpencil yang tentu saja sangat berbeda dimensi sosialnya”, ungkap Yusriansyah.

Lebih lanjut Yusriansyah menjelaskan berprofesi bidan bukanlah hal mudah karena harus siap fisik dan mental, apalagi yang mengabdi di pelosok daerah seorang bidan harus siap dengan konsekuensi yang terjadi dan harus dihadapi.

“Hal itu yang kita sadari banyak dialami para bidan yang bertugas di wilayah Kabupaten Paser, namun  saya merasa bangga walaupun harus menghadapi kondisi tersebut para bidan tetap bersemangat dan tidak sedikitpun merasa berat hati untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya”, tambahnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Paser dalam laporannya menyampaikan 26 bidan yang menerima SK CPNS telah melalui proses seleksi yang diselenggarakan secara khusus dan merupakan program Pemerintah Pusat.

“Karena diangkat melalui formasi khusus, ada peraturan sesuai Surat Menpan Nomor R.184/S.SN.01.00/2017 tanggal 2 Februari 2017 yaitu tidak diperbolehkan pindah minimal 5 tahun sejak diangkat menjadi CPNS. Maka dari itu saya minta para bidan mengubah cara kerjanya menjadi lebih baik di tempat tugas masing-masing”, jelas Dewa.

Selain itu, Dewa juga mengatakan jika mengajukan pindah maka secara otomatis status CPNS atau PNS dicabut dan wajib mengembalikan dana yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah.

Pada kesempatan tersebut Dewa juga berpesan kepada para bidan agar lebih meningkatkan kompetensi diri, berinovasi dan membangun disiplin kerja yang baik sesuai motto Seratus Juta (Senyum, Ramah, Tulus, Jujur dan Tawakal). (Mhi)

Bagikan ke :

Banner

shadow

Berita Terkait

Dimuat dalam 0.0868 detik dengan memori 2.77MB.