Berita:Bupati Paser Yusriansyah & Direktur Utama PT M3A Lakukan PKS PLTBg Tabru

Siaran Pers

TANA PASER- Bupati Paser H Yusriansyah Syarkawi melakukan penandatanganan kerjasama atau PKS  dengan Direktur Utama PT Multi Makmur Mitra Alam (M3A)  Novriaty H Sibuea terkait kelanjutan pengelolaan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) berbasis limbah cair sawit di Desa Tabru, Kecamatan Batu Engau.  

Adendum pertama perjanjian kerjasama  Bupati dan Direktur Utama PT Multi Makmur Mitra Alam,   digelar  di Pendopo Bupati Paser, Selasa (15/9) disaksikan Sekda Paser Katsul Wijaya, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ina Rosana, Direktur Perusda Daya Prima Paser Saiful Bahri dan Kabag Ekonomi dan Sumberdaya Alam Usma dan mewakili Kabag Kerjasama.

Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten Paser dan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia menjalin kerjasama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLT Biogas) berbasis limbah cair sawit (POME).  

Dilakukannya adendum kerjasama PLTBg di desa Tabru Kecamatan Batu Engau yang  sudah selesai pembangunanya di lokasi Pabrik Kelapa Sawit  PT Multi Makmur Mitra Alam yakni pemenuhan kewajiban perusahaan.

Menurut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Paser  Ina Rosana, penandatangan ini  adalah  perbaikan kontrak dari kerjasama  yang sudah dilakukan sebelumnya antara Pemkab Paser dan PT Multi Makmur Mitra Alam.

“MoU hari ini adalah penandatangan perbaikan dari penandatanganan sebelumnya pada tahun 2016 lalu yakni Pemkab Paser dan PT Multi Makmur Mitra Alam,” kata Ina.

Selanjutnya mantan Kadis Perikanan dan Kelautan ini menyebutkan, pengelolaan PLTBg ini nanti akan dilakukan Perusahaan Daerah Daya Prima Paser.

 Untuk diketahui, dalam rangka mempercepat pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT), Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) RI melakukan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Berbasis Limbah Cair Kelapa Sawit (POME) yang salah satunya dibangun di Desa Tabru Kecamatan Batu Engau.

Selain itu PLTBg berbasis limbah cair sawit ini memiliki beberapa kelebihan, antara lain dapat beroperasi 24 jam,  stabil, dapat diandalkan dan tidak dipengaruhi faktor cuaca,  ramah lingkungan, limbah padat dari pabrik kelapa sawit dapat dijadikan pupuk,  listrik yang dihasilkan dari biogas ini relatif murah dibandingkan dengan teknologi listrik berbasis BBM (genset diesel atau PLTD). (humas)

 

 

 

Bagikan ke :

Banner

shadow

Berita Terkait

Dimuat dalam 0.3449 detik dengan memori 0.96MB.