Berita:Bangun Komitmen Bersama, Pemkab Paser dan Perguruan Tingga Tandatangani MoU Tentang PUG Dikalangan Civitas Akademika

Siaran Pers


Tana Paser – Pemerintah Kabupaten Paser melalui Dinas PPKBP3A terus berupaya meningkatkan pemahaman publik tentang pentingnya pengarus utamaan gender terutama bagi kalangan pelajar dan mahasiswa. Hal itu dibuktikan dengan kembali digelarnya kegiatan sosialisasi dan koordinasi dalam rangka Percepatan Pelaksanaan Pengarus Utamaan Gender (PUG) bagi Civitas Akademika Perguruan Tinggi se Kabupaten Paser diruang rapat Wakil Bupati Paser secara virtual (11/11).

Kabid PUG dan PP Kasrani menjelaskan bahwa pengarusutamaan gender ini bertujuan untuk pencapaian PUG, untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam sejumlah aspek kehidupan manusia baik dalam (rumah tangga, masyarakat dan negara) serta di berbagai bidang kehidupan dan pembangunan. Kemudian, terciptanya keadilan dan kesetaraan gender serta untuk pencapaian APE di Kabupaten Paser.

Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti oleh tiga perguruan tinggi yaitu : STIE Widya Praja,  STIPER Muhammadiyah, dan STIT Ibnu Rusyd,  dengan  narasumber  Dra. Dwi Hartini, M.Pd Kepala Bidang PUG Dinas KP3A Provinsi Kalimantan Timur dan  Kasrani Kepala Bidang PUG dan PP Dinas P2KBP3A Kabupaten Paser.

Sebagai wujud komitmen dalam mendukung kegiatan tersebut, selain sosialisasi juga dilakukan kegiatan penandatanganan komitmen bersama dengan tiga Perguruan Tinggi tentang Percepatan Pelaksanaan PUG dilingkungan kampus dan masyarakat menuju Generasi Mandiri dan Sejahtera, Penandatanganan MoU dengan KPMKP Kabupaten Paser dan Penandatanganan Program Inovasi Gerakan Pemasyarakatan PUG melalui pelajar dan mahasiswa menuju Generasi Mandiri dan Sejahtera.

Sementara itu, menurut  Kadis Bappedalitbang Kabupaten  Paser selaku Ketua Pokja  “Kesetaraan dan keadilan gender merupakan kesamaan kondisi bagi laki-laki dan perempuan untuk memperoleh kesempatan serta hak-haknya sebagai manusia, agar mampu berperan dan berpartisipasi dalam kegiatan politik, hukum, ekonomi, sosial budaya, pendidikan dan keamanan nasional (Hankamnas) serta kesamaan dalam menikmati hasil pembangunan dan ini merupakan tugas semua pihak bukan hanya tugas Dinas P2KBP3A Kabupaten Paser,” terang Muksin. 

"Keadilan dan kesetaraan gender sebagai salah satu cita-cita dan arah pembangunan nasional, hanya dapat terwujud jika masyarakat khususnya aparatur negara memiliki kesadaran, kepekaan dan respon serta motivasi yang kuat dalam mendukung terwujudnya keadilan dan kesetaraan,” tambahnya".

Dalam arahan yang sekaligus membuka kegiatan, Bupati Paser melalui Kadis PPKBP3A menyampaikan kampus atau Perguruan Tinggi merupakan wadah atau media yang tepat untuk memberikan pemahaman yang benar terkait responsif gender mengingat betapa  pentingnya Perguruan Tinggi responsif gender.

“Selain itu, Pengarus Utamaan Gender semestinya menjadi paradigma, semangat dan perilaku dalam pengelolaan kampus, baik manajemen kelembagaan maupun pengembangan universitas. Program dan kebijakan yang dijalankan oleh Perguruan Tinggi, selalu mempertimbangkan aspek gender. Tidak hanya layanan berkeadilan antara laki-laki dan perempuan, akan tetapi juga termasuk pemenuhan dasar sarana prasarana berwawasan gender, misalnya tempat laktasi, tempat penitipan anak dan lain sebagainya”, jelas Hadijah.

Bagikan ke :

Banner

shadow

Berita Terkait

Dimuat dalam 0.1223 detik dengan memori 0.94MB.