Berita:2018 Presentase Penduduk Miskin Mengalami Penurunan, Pengangguran Meningkat

Siaran Pers

TANA PASER- Struktur perekonomian tahun 2017  Kabupaten Paser masih didominasi oleh lapangan usaha pertambangan dan penggalian dengan kontribusi terhadap  Produk domestik regional bruto (PDRB) Kabupaten Paser sebesar 73,26 persen. Diikuti oleh sektor pertanian sebesar 11, 20 persen dan sektor indistri pengolahan sebesar 4,92 persen.

 

Sedangkan laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Paser menurut Ketua Bappeda Muksin dalam pengantarnya saat pelaksanaan forum konsultasi publik Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Paser tahun 2020, tahun 2017 meningkat sebesar 1,13 persen, peningkatan itu cukup signifikan jika dibanding dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2016 sebesar -4,96 persen. Namun demikian pertumbuhan ekonomi Kabupaten Paser masih dibawah pertumbuhan ekonomi Kaltim 3,13 persen dan nasional 5,07 persen.

 

Untuk indeks pembangunan manusia atau IPM Kabupaten Paser sebut Muksin, bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan dan sebagainya, dan dari tahun 2013 sampai dengan 2017, pada 2017 IPM Kabupaten Paser meningkat sebesar 71,16. Namun demikian IPM Kabupaten Paser masih dibawa IPM Kaltim 75,12, tetapi berada diatas IPM Kabupaten Paser berada diatas IPM nasional 70,81.

 

Selanjutnya adalah presentase penduduk miskin di Kabupaten Paser tahun 2018 mengalami penurunan jika dibanding dengan tahun 2017, yaitu 9,28 persen menjadi 9,03 persen. Presentase penduduk miskin ini masih dibawah peresentase penduduk miskin  nasional 9,82 persen, namun masih diatas peresentase penduduk miskin kaltim 6,03 persen.

 

Tingkat pengangguran di Kabupaten Paser menurut Muksin tahun 2018 mengalami peningkatan jika dibanding dengan tahun 2017 yaitu dari 5,54 persen menjadi 6,87 persen. Tingkat pengangguran di Kabupaten Paser juga masih diatas tingkat pengangguran nasional 5,34 persen dan tingkat pengangguran Kaltim 6,60 persen.

 

Menurut mantan Kabag Bina Ekonomi II ini, untuk tingkat inflasi di Kabupaten Paser tahun 2017 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2016 yaitu dari 4,13,  dan tingkat inflasi Kaltim 3,15.

 

Tingkat inflasi di Kabupaten Paser tambah Muksin masih menggunakan tingkat inflasi kota Balikpapan atau kota terdekat karena belum ada perhitungan tingkat inflasi di Kabupaten Paser oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

 

Selanjutnya koefisien gini Kabupaten Paser yang merupakan salah satu ukuran yang paling sering digunakan untuk mengukur tingkat ketimpangan pendapatan secara menyeluruh, indeks gini Kabupaten Paser masih rendah. Namun demikian perkembangan indeks gini Kabupaten Paser patut diwaspadai karena menunjukkan trend yang terus meningkat selama 4 tahun terakhir walaupun masih dibawah kondisi gini provinsi Kaltim dan nasional. (har-/humas)

 

 

 

Bagikan ke :

Banner

shadow

Berita Terkait

Dimuat dalam 35.4663 detik dengan memori 0.94MB.