Berita: “Pengurus Masjid Tidak di Jadikan Tempat Menyebarkan Gagasan yang Tidak Islami”

Siaran Pers

TANA PASER- Bupati Paser H Yusriansyah Syarkawi menegaskan, pergantian kepengurusan suatu organisasi atau regenerasi khususnya pada Badan Pengelola Masjid Agung Nurul Falah merupakan hal yang sangat mutlak untuk dilakukan.

Hal ini menurut Bupati berkaitan dengan proses pembelajaran bagi semua pengurus maupun jamaah masjid Agung Nurul Falah Tanah Grogot karena masjid merupakan satu institusi sentral dalam peradaban Islam dari masjidlah tumbuh dan berkembang khazanah pemikiran dan keilmuan.

“Selain itu Masjid menjadi basis ideologi dan spiritual umat Islam di berbagai bidang,” kata Yusriansyah dalam sambutannya usai melantik kepengurusan badan pengelola Masjid Agung Nurul Falah Tanah Grogot periode 2019 -2023, di Pendopo Bupati, Selasa (14/1) pagi.

Oleh karenanya Yusriansyah mengingatkan masjid jaga jangan sampai dijadikan tempat menyebarkan gagasan yang tidak Islami seperti radikalisme, fanatisme sektarian, permusuhan terhadap agama dan kepercayaan orang lain, dan anjuran-anjuran provokatif yang bisa berujung kepada tindak kekerasan dan terorisme.

Ada beberapa harapan yang saya ingin sampaikan kepada pengurus yang baru dikukuhkan, yakni jaga kebersihan dan lingkungan masjid dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Selanjutnya  selalu komunikasikan dengan baik kepada seluruh pengurus maupun kepada jamaah dalam hal segala sesuatunya yang berkaitan dengan masjid, utamanya tentang pengelolaan keuangan masjid yang benar-benar bisa dipertanggung jawabkan dan dipergunakan sepenuhnya untuk keperluan kemakmuran masjid agung nurul falah.

“Kalau perlu tidak ada istilah tabungan tapi semua dimanfaatkan untuk kegiatan fasilitas sarana masjid supaya apa? Kalau sajadah bersih, mukena bersih masjid sejuk, kamar mandi masjid bersih, halaman mesjid indah dan bersih maka akan memberikan kehusukan dan ketenangan bagi yang beribadah dan karena masjid kita ini sudah menjadi ikon dan kebanggaan di msyarakat baik yang berkunjung di Tana Paser maupun masyarakat di sekitar Tana Paser,” tandas Yusriansyah.

Selanjutnya   senantiasa memberdayakan masjid untuk melakukan upaya edukasi kepada umat muslim melalui dakwah dalam rangka peningkatan karakter dan moral umat muslim dalam berbangsa, bernegara dan bermasyarakat utamanya kepada generasi muda.

“Selain itu saya harapkan mampu mendorong masjid agar dimanfaatkan tidak hanya sebagai sarana ibadah, namun juga dapat dijadikan sarana pendidikan, baik pendidikan Tahfidzul Qur’an (hapalan Qur’an) dan Tahsinul Qur’an (memperbaiki kualitas bacaan Quran) maupun pendidikan dasar formal seperti TK, SD dan SMP,”  katanya.

Terakhir sebut Yusriansyah  Masjid Agung Nurul Falah mampu mendorong optimalisasi zakat, infaq, shadaqah bekerjaama dengan BAZDA serta melalui  pengembangan usaha yang berbasis syariah di kalangan Majelis Taklim sehingga dapat lebih optimal membantu maupun memberdayakan kaum dhuafa utamanya anak-anak terlantar. (har-/humas)

Bagikan ke :

Banner

shadow

Berita Terkait

Dimuat dalam 0.1635 detik dengan memori 1.04MB.